Teman Sehat, setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan optimal. Asupan makanan sehat diberikan agar kebutuhan gizi bayi terpenuhi, namun sebelumnya bayi hanya boleh diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak bayi lahir. Setelah 6 bulan, makanan bayi seperti apa yang bisa diberikan? Yuk, simak penjelasannya di sini!
Usia 6 bulan
Bayi usia 6 bulan masih membutuhkan ASI, namun di usia ini bayi sudah mulai memerlukan asupan gizi tambahan atau Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Bayi sudah mulai belajar mengunyah sehingga pemberian makanan bisa dimulai dari bentuk yang lunak dan mudah ditelan seperti bubur halus atau jus buah.
Bubur yang komposisi airnya terlalu banyak, ternyata mengandung gizi yang sedikit. Agar mengetahui kekentalan yang pas, masak bubur sampai teksturnya ngga mudah jatuh dari sendok. Berikan makanan dalam jumlah sedikit karena lambung bayi masih kecil dan terus berkembang sehingga jumlah makanan perlu diperhatikan. Kamu bisa memberikan 2-3 sendok MP-ASI sebanyak 2-3 kali makan sehari.
Usia 8-12 bulan
Semakin bertambah usia, jumlah makanan bayi bisa ditingkatkan. Saat bayi memasuki usia 8 bulan, kamu bisa memberikan finger food atau makanan yang dapat digenggam sendiri. Finger food memicu perkembangan motorik bayi dengan melatih kemampuannya dalam menggenggam.
Frekuensi makan bayi mulai ditingkatkan menjadi 3-4 kali sehari. Selain itu, bentuk makanan juga ditingkatkan menjadi bentuk cincang. Di usia ini, bayi boleh diberikan makanan selingan seperti roti dan buah potong sebanyak 1-2 kali sehari di antara jadwal makan utamanya.
Usia 12 bulan ke atas
Saat memasuki usia 12 bulan, bayi sudah bisa mengonsumsi makanan biasa seperti tekstur makanan orang dewasa. Tetapi perlu diingat, hindari makanan yang mudah membuat tersedak atau mudah tersangkut di kerongkongan seperti kacang dan anggur.
Nutrisi untuk bayi
Bayi sebaiknya dikenalkan dengan seluruh jenis makanan agar dapat memenuhi gizi yang diperlukan selama proses perkembangan dan pertumbuhan. Buah dan sayuran kaya vitamin A bisa diberikan setiap hari, seperti melon, mangga, bayam, wortel, brokoli, dan tomat. Selain itu, makanan sumber zat besi juga diperlukan karena kandungan zat besi dalam ASI hanya sedikit. Zat besi bisa didapatkan dari ayam, daging, ikan, dan telur.
Berikan juga makanan sumber lemak yang berfungsi membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Akan tetapi berikan dengan porsi secukupnya. Bayi akan berisiko memiliki berat badan lebih atau bahkan obesitas jika lemak diberikan berlebihan.
Hindari mengenalkan makanan bayi sebelum usia 6 bulan. Jika terlalu dini, ASI akan tergantikan oleh makanan dan pemberian ASI bisa terhentikan. Bayi di bawah 6 bulan belum siap untuk menerima makanan karena saraf, sistem pencernaan, dan ginjalnya belum berkembang sempurna. Jadi, kenalkan makanan pada bayi sesuai waktunya ya, Teman Sehat! Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

