Manfaat Serat bagi Kesehatan Anak

Sahabat Sehat, konsumsi makanan berserat memiliki banyak manfaat kesehatan bagi anak, loh! Makanan berserat seperti serealia, buah-buahan, dan sayur-sayuran perlu diperkenalkan sejak dini kepada anak melalui pemberian MP-ASI. Berbagai manfaat baik serat larut maupun tak larut telah banyak diteliti dalam meningkatkan kesehatan saluran cerna dan kesehatan tubuh secara umum. Kira-kira apa saja ya manfaat yang bisa didapatkan dari konsumsi serat yang cukup bagi anak-anak?

Mencegah Sulit Buang Air Besar pada Anak

Konstipasi, nama lain dari sulit buang air besar yang sering terjadi pada anak bisa dicegah dengan asupan serat yang cukup. Menurut Angka Kecukupan Gizi, anak usia 1-3 tahun memiliki kebutuhan serat 19 gram dalam sehari.

Mengonsumsi serat bisa memperkaya jumlah bakteri baik dalam usus dan meningkatkan keteraturan buang air besar. Frekuensi buang air besar yang teratur mampu mengurangi rasa sakit pada perut, meningkatkan gerakan usus, dan menurunkan waktu transit pada proses pencernaan. Selain itu, juga berperan dalam proses pembentukan massa tinja yang mudah dilepaskan pada saat buang air besar.

Menurunkan Risiko Kegemukan  Saat Dewasa

Studi menunjukkan kegemukan yang terjadi pada anak bisa meningkatkan risiko obesitas di usia dewasa. Dengan mengonsumsi pangan tinggi serat, tubuh mampu menangkap sinyal rasa kenyang yang lebih lama bagi anak, sehingga bisa menurunkan keinginan untuk makan berlebihan. Rasa kenyang lebih lama ini dikarenakan hormon insulin akan naik secara perlahan-lahan ketika mengonsumsi serat. Hal sebaliknya terjadi jika kamu mengonsumsi makanan manis yang mengandung gula sederhana.

Menurunkan Risiko Penyakit Diabetes Tipe 2

Konsumsi serat yang cukup memiliki manfaat dalam melawan radikal bebas dan meningkatkan jumlah bakteri baik pada usus besar. Bakteri baik pada usus mampu meningkatkan aktivitas antioksidan alami yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan radikal bebas. Aktivitas antioksidan dalam melawan radikal bebas memiliki kaitan dalam menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik, salah satunya diabetes tipe 2. Selain itu, konsumsi serat bisa mencegah peningkatan gula post-prandial yang diukur 2 jam selepas makan.

Nah, itulah sederet manfaat kesehatan memenuhi kebutuhan serat bagi anak. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi bermacam pangan yang beragam supaya kebutuhan zat gizi lainnya dapat terpenuhi, ya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan kepada Sahabat Sehat lainnya! Salam Sehat!

Editor &  Proofreader:  Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Dreher, M., 2018. Whole Fruits and Fruit Fiber Emerging Health Effects. Nutrients, 10(12), p.1833.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Kranz, S., Brauchla, M., Slavin, J. and Miller, K., 2012. What Do We Know about Dietary Fiber Intake in Children and Health? The Effects of Fiber Intake on Constipation, Obesity, and Diabetes in Children. Advances in Nutrition, 3(1), pp.47-53.

Paulo, A., Amancio, O., de Morais, M. and Tabacow, K., 2006. Low-dietary fiber intake as a risk factor for recurrent abdominal pain in children. European Journal of Clinical Nutrition, 60(7), pp.823-827.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.