Membentuk Pola Makan Sehat si Kecil dengan Menu Selingan Bergizi

Halo, Teman Sehat! Tahu ngga sih kalau periode MPASI merupakan fase kritis dalam pemenuhan kebutuhan gizi si kecil? Pada periode ini, transisi dari fase ASI ke makanan padat harus dipersiapkan dengan tepat, sebab kebutuhan zat gizi makro dan mikronya cukup tinggi dengan kapasitas pencernaan si kecil yang masih dalam tahap perkembangan dan penyesuaian. Selain itu, periode ini juga menentukan preferensi rasa, jenis makanan, dan kebiasaan makan yang sehat untuk si kecil.

Sumber: unsplash.com

Nah, salah satu yang masih banyak keliru adalah tentang makanan selingan untuk si kecil yang ternyata bukan seperti ‘jajanan’ orang dewasa loh! Wah, jadi selingan seperti apa yang dimaksud? Simak ulasannya yuk!

Makanan selingan atau Snack untuk bayi MPASI

Teman Sehat, WHO mendefinisikan makanan selingan atau snack dalam MPASI sebagai makanan yang dikonsumsi di sela makan utama yang bertujuan untuk melengkapi kebutuhan kalori dan gizi si kecil. Nah, frekuensi pemberian makanan selingan pada bayi MPASI bervariasi sesuai dengan usia, misalnya pada usia 6-8 bulan dengan frekuensi makan utama 2-3 kali dan 9-24 bulan makan utama 3-4 kali, maka snack diberikan 1-2 kali sesuai dengan selera makannya.

FYI, rekomendasi pemberian MPASI pada bayi adalah makanan dengan densitas kalori 0,8 kkal/g dengan melihat kapasitas lambung 30 gram per kg berat badan, proses peningkatan porsi dan frekuensi makan pun harus dilakukan perlahan dan diberikan secara responsif mengikuti kondisi si kecil ya, Teman Sehat.

Sediakan makanan selingan yang sehat saja

Sumber: pixabay.com

Nah, pemberian MPASI secara responsif tentunya memperhatikan sinyal lapar- kenyang si kecil. Saat jeda makan utama, jika ia terlihat lapar maka bisa diberikan snack yang sehat. WHO mensyaratkan snack yang memenuhi kebutuhan energi dan gizinya, seperti buah-buahan pisang, alpukat, mangga dan lainnya, olahan susu seperti yoghurt dan puding susu, roti dengan selai kacang, pancake dan lain sebagainya.

Eits, tunggu dulu! Teman Sehat juga harus menghindari memberikan snack yang ngga padat gizi seperti makanan kemasan tinggi MSG dan garam, mengandung pengawet dan perasa buatan, coklat dan kue-kue tinggi gula, dan lain sebagainya. Snack seperti coklat dan cake boleh saja diberikan disaat tertentu seperti saat ulang tahun, tapi ngga untuk sehari-hari ya Teman Sehat!

Nah selain disebutkan di atas, ada alternatif snack yang sehat khas anak Indonesia loh, contohnya adalah risoles, kroket, pastel, nagasari, kembang tahu dan lain sebagainya. FYI, makanan ini dapat kita olah sendiri di rumah dengan komposisi bahan yang lebih sehat untuk si kecil dan tentunya higienis. Makanan lokal khas daerah biasanya juga padat gizi dan bahkan punya komposisi gizi makro dan mikro yang membantu memenuhi kebutuhan harian si kecil loh, Teman Sehat.

Sesuaikan dengan status gizi si kecil

Terakhir yang ngga kalah penting adalah memperhatikan usia, kebutuhan, dan status gizi anak. Contohnya, kadang kita perlu membuat menu makan utama dan selingan MPASI yang padat gizi untuk mengejar berat badan atau pemulihan pasca sakit. Nah, pada saat seperti ini kita bisa kreasikan menu selingan agar komposisinya lengkap, tentunya dengan menyesuaikan tekstur dan tetap memperhatikan respons si kecil ya, Teman Sehat.

Membangun pola hidup dan pola makan yang sehat sejak dini akan meningkatkan kualitas hidup si kecil hingga dewasa. Salah satunya dengan mengenalkan anak dengan makanan selingan yang sehat. Yuk, bantu si kecil untuk tumbuh dan berkembang secara optimal!

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

Referensi

Abeshu, Motuma Adimasu, et al. 2016. Complementary Feeding: Review of Recommendations, Feeding Practices, and Adequacy of Homemade Complementary Food Preparations in Developing Countries – Lessons from Ethiopia. Front Nutr 2016, 3: 41. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5065977/

Food and Agriculture Organization of United Nations (FAO). Promoting Improved Complementary Feeding (with recipes). http://www.fao.org/docrep/014/am867e/am867e.pdf

World Health Organization. 2000. Complementary Feeding: Family foods for breastfed children. Department of Nutrition for Health and Development World Health Organization. https://apps.who.int/iris/rest/bitstreams/62857/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.