Teman Sehat, Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu seringkali dianggap hanya untuk bayi, balita, dan ibu hamil. Nyatanya anggapan tersebut ngga benar, sebab di Indonesia dikembangkan pula jenis posyandu lansia. Kalau dilihat dari aspek kesehatan, seiring dengan bertambahnya usia, seseoarang akan semakin rentan terhadap berbagai penyakit serta keluhan lainnya. Oleh karena itu, posyandu lansia hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut. Apa saja tujuan dan kegiatan yang dilakukan di sana? Let’s check it out!
Apa itu posyandu lansia?
Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Sedangkan posyandu lansia merupakan pos pelayanan terpadu yang dikhususkan untuk masyarakat berusia lanjut serta digerakkan oleh masyarakat pula. Secara umum, posyandu lansia bertujuan untuk memelihara dan memantau kesehatan lansia secara optimal.
Tujuan posyandu lansia
Adapun tujuan khusus dibentuknya posyandu ini, diantaranya:
- Memelihara kondisi kesehatan lansia dengan cara meningkatkan aktifitas fisik;
- Memelihara kemandirian secara maksimal;
- Mendiagnosa sedini mungkin penyakit;
- Melaksanakan pengobatan secara tepat;
- Sebagai sarana untuk menyalurkan minat lansia;
- Meningkatkan rasa kebersamaan diantara lansia
Siapa saja sasarannya?
Posyandu lansia diperuntukan bagi seseorang yang termasuk ke dalam 3 kelompok, yaitu:
- Pra usia lanjut (45-59 tahun);
- Usia lanjut (60 tahun ke atas);
- Usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas)
Jenis pelayanan yang diberikan
Pelayanan di posyandu lansia umunya diberikan oleh kader kesehatan dengan kegiatan utama penyuluhan dan pencegahan penyakit. Pelayanan yang diberikan diantaranya:

- Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan umumnya dilakukan bidan atau kader. Pelayanan berupa pemeriksaan status gizi, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan asam urat, kolesterol maupun gula darah, serta layanan rujukan ke Puskesmas jika ditemukan lansia yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
- Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Kader juga akan memberikan penyuluhan kepada lansia mengenai makanan sehat dan bergizi yang disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, serta kondisi lansia. Makanan yang diolah menggunakan bahan pangan lokal sehingga memudahkan lansia atau keluarganya untuk mendapatkan lalu mengonsumsinya.
- Kegiatan olahraga
Kegiatan lainnya yang biasanya dilakukan yaitu olahraga atau aktivitas fisik bersama. Walaupun sasarannya mayoritas sudah berusia lanjut, namun olahraga merupakan kegiatan yang harus tetap dilakukan guna menjaga kebugaran, memperkuat otot maupun sendi, serta mengurangi risiko penyakit kronis sepeti stroke, diabetes dan lain sebagainya.
Adapun contoh kegiatan olahraga yang umumnya dilakukan yaitu senam bersama, jalan sehat, yoga, dan sebagainya.
- Kegiatan non kesehatan
Kegiatan non kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan interaksi sosial, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menjadikan posyandu sebagai wadah lansia untuk berkegiatan. Contoh kegiatan non kesehatan yang dilakukan di Posyandu lansia diantaranya yaitu siraman rohani, arisan, diskusi bersama terkait hobi, dan sebagainya.
Nah teman sehat sekarang sudah tahu kan ada banyak sekali manfaat dan kegiatan posyandu lansia. Jadi, buat kamu yang memiliki sanak saudara yang telah berusia lanjut jangan lupa untuk mengajaknya ke posyandu lansia di sekitar rumah, ya! Share artikel ini ke orang-orang sekitar!
Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

