Mengenal Darah Manis dan Penyebabnya

Sahabat Sehat pernah mengalami gatal pada kulit yang sulit ditahan setelah digigit nyamuk atau serangga sampai menimbulkan bekas luka berwarna kehitaman? Jika iya, ini bisa menjadi salah satu ciri dari darah manis loh.

Bekas luka berwarna kehitaman yang biasanya muncul di sekitar betis dan lengan ini akan sulit dihilangkan. Meski mengganggu penampilan, bekas luka kehitaman yang sulit untuk dihilangkan tersebut akan memudar dengan sendirinya apabila ngga muncul luka baru di area yang sama.

Lantas, apa sih yang dimaksud dengan darah manis itu dan apa pula penyebabnya? Yuk, simak pembahasan berikut ini.

penyebab darah manis
Foto: Pixabay.com

Apa itu darah manis?

Darah manis dalam dunia medis dikenal dengan prurigo. Kondisi ini merujuk kepada seseorang yang kulitnya rentan mengalami gatal, mudah mengalami luka berdarah, serta meninggalkan bekas kehitaman yang sulit dihilangkan setelah digigit nyamuk atau serangga jenis lainnya.

Seseorang yang menyalami darah manis memang sulit untuk ngga menggaruk rasa gatal yang dirasakan. Namun, jika digaruk justru akan membuat kulit lecet dan akhirnya meninggalkan bekas luka yang lama kelamaan akan berubah menjadi hitam.

Penyebab darah manis

Hingga kini, penyebab darah manis sendiri masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini disebabkan adanya penebalan pada ujung saraf kulit.

Ketika kamu menggaruk kulit yang digigit nyamuk, saraf kulit justru menjadi semakin sensitif dan memicu gatal berkepanjangan. Infeksi luka kemudian semakin parah kondisinya dan bisa meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Ada juga beberapa kondisi yang dicurigai turut menjadi penyebab timbulnya darah manis atau prurigo, diantaranya yaitu akibat gigitan serangga dan stress.

penyebab darah manis
Foto: Pixabay.com

Apakah darah manis bisa sembuh?

Kondisi darah manis sampai saat ini sayangnya masih belum bisa disembuhkan. Akan tetapi, darah manis bisa dikendalikan dan dicegah secara bertahap hingga kondisi penderitanya semakin membaik.

Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan yakni sebisa mungkin hindari keinginan untuk menggaruk kulit yang terasa gatal karena bisa berisiko menyebabkan infeksi kulit yang lebih parah. Bila perlu oleskan juga pelembap berbahan petroleum jelly atau krim kulit berlabel hypoallergenic.

Apabila Sahabat Sehat masih kesulitan untuk menahan rasa gatal yang terus menerus melanda dan bekas luka bertambah parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis kulit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

NCBi. 2021. Prurigo Nodularis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459204/ Diakses pada 6 Februari 2022

PubMed. 2021. Prurigo Simplex or “Itchy Red Bump” Disease: Review and Case Series. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34436622/ Diakses pada 6 Februari 2022

Healthline. 2020. Prurigo Nodularis and Your Skin. https://www.healthline.com/health/what-is-prurigo-nodularis Diakes pada 6 Februari 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.