Hati-Hati Ada Microplastic di Seafood Kesukaanmu!

Teman Sehat, jumlah plastik mengalami peningkatan setiap tahun sehingga mengakibatkan triliunan partikelnya mengapung dan mengontaminasi lautan. Sebagian besar kontaminan tersebut berupa microplastic atau jenis plastik yang memiliki ukuran sangat kecil, bahkan hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop. Bagi kamu pecinta makanan laut, sebaiknya mulai waspada sebab microplastic bisa ikut masuk ke dalam jaringan tubuh hewan dan dikonsumsi manusia. Lalu apa saja akibatnya? Yuk, simak fakta-fakta berikut ini!

Microplastic pada hewan laut

Baru-baru ini, University of Queensland melakukan penelitian tentang kandungan microplastic pada hewan laut. Bahan yang digunakan yaitu kerang, tiram, cumi-cumi, kepiting dan ikan sardin yang diperoleh secara acak dari pasar ikan di Australia. Hasil menunjukkan bahwa semua hewan laut tersebut positif mengandung microplastic, loh!

Inggris Raya, Skotlandia, Pirang, Makanan Laut

Kamu harus tahu, jenis kontaminan plastik berbeda-beda di setiap tubuh hewan laut tersebut. Pada ikan sardin banyak ditemukan jenis polyethylene (PP) atau sering digunakan untuk plastik kemasan dan botol. Pada tiram, kerang, dan kepiting banyak ditemukan jenis PVC atau plastik yang digunakan untuk pembuatan pipa atau kartu kredit. Selain itu, ditemukan juga jenis  polyethylene (plastik es batu) dan polystyrene (stirofoam).

Ikut masuk ke dalam tubuh

Maroko, Essaouira, Pelabuhan, Ikan, Sarden, Menangkap

Microplastic mungkin ngga sengaja dimakan hewan laut dan berakhir mengendap di tubuhnya. Namun tak jarang proses pengolahan dan penanganan produk seafood bisa menambah jumlah kontaminan ini ke dalam tubuh hewan laut. Tak hanya itu, microplastic nantinya sangat mungkin masuk ke badan manusia yang mengonsumsinya. Coba bayangkan, jika kamu mengonsumsi 100 gram ikan sardin  yang terkontaminasi setiap hari, berapa banyak microplastic yang masuk ke badan selama setahun?

Sebenarnya bahaya ngga, sih?

Jika terus terakumulalsi, banyaknya jumlah microplastic tentu sangat berbahaya. Beberapa jenis plastik terbuat dari bahan-bahan yang bersifat toxic atau beracun sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pencernaan, metabolisme, dan sistem imun pada manusia. Sampai saat ini, penelitian tentang bahaya kontaminan plastik dalam tubuh manusia masih berlanjut, terutama pengaruhnya terhadap kesehatan untuk jangka panjang.

Assorted Seafood in a Market

Tak hanya itu, kontaminan ini bukan hanya berasal dari konsumsi seafood saja, tetapi bahan lain seperti air, garam, dan udara yang juga berpotensi menjadi jalur masuknya.

Ternyata penggunaan plastik ngga hanya buruk bagi lingkungan, tapi juga bagi kesehatan manusia itu sendiri, loh. Walapun pada awalnya dibuang ke alam, akhirnya kembali juga ke badan. Yuk, kurangi penggunaan plastik dari sekarang! Jangan lupa bagikan informasi menarik ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *