Patahkan 3 Stigma Kesehatan Mental

Teman Sehat, sudah lama isu tentang kesehatan mental menjadi hal yang dikesampingkan oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang berasumsi bahwa seseorang yang menderita penyakit ‘mental’ berarti dia adalah orang gila. Padahal, kesehatan mental ngga selalu ditunjukkan dengan sikap ‘gila’ seperti ngga ingat siapa dirinya, loh!

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, awareness masyarakat terhadap isu ini  mulai meningkat. Ngga mau dong kamu jadi anak milenial yang ketinggalan info ini. Yuk, simak penjelasannya di sini!

1. Bukan penyakit bawaan lahir

Risiko memiliki penyakit mental, seperti bipolar disorder, dalam satu keluarga memang mungkin terjadi. Namun, laporan angka kejadian ini masih sedikit sekali. Jika dalam satu keluarga ada lebih dari satu anggotanya mengidap gangguan ini, maka hal ini kemungkinan terjadi karena adanya stressor (sumber stres) yang sama.

Misalnya, stressor disebabkan oleh musibah, pola pengasuhan yang keliru, atau kondisi sosial ekonomi yang kurang mendukung. Jika kamu menemukan hal ini, maka jangan asumsikann bahwa seluruh anggota keluarganya mengidap hal yang sama dan menjauhinya. Bantulah mereka untuk menjauhi hal-hal yang membuat stres, bukan penderitanya.

2. Bukan bagian dari kelainan otak

Seperti sakit pada umumnya, mental disorder juga memiliki penyebab, gejala, dan tahapan pengobatannya. Kamu perlu ingat, bahwa penyebab gangguan ini bukan karena kerusakan maupun kelainan otak pada penderitanya. Penyebabnya yaitu adanya stimulus atau rangsangan yang menyebakan stres. Stressor ini lambat laun akan mengacaukan sistem kerja penderitanya, sehingga muncul sikap halunisasi, kecemasan berlebih, ketakutan, dan depresi. 

3. Jangan di jauhi, mereka ngga berbahaya

Selama ini seseorang dengan ‘gangguan jiwa’ sering kali dianggap berbahaya. Padahal gangguan ini ngga membahayakan orang lain, loh! Sepanjang ia mendapatkan perawatan yang tepat dan baik, mereka ngga perlu diasingkan. Jika deteksi dini bisa dilakukan,  maka penyembuhannya akan berlangsung cepat, bahkan tanpa memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Faktanya, hal yang paling harus dihadapi oleh seseorang yang memiliki masalah mental yaitu stigma lingkungan disekitarnya. Banyak dari lingkungan sekitar yang menyadari memiliki gejala masalah tetapi ngga berani melakukan pengobatan karena takut dengan pandangan negatifnya.

So, yuk bantu mereka dengan saling peduli terhadap kesehatan mental sesama, Teman Sehat!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.