Tahukah Sahabat Sehat? Menurut data Badan Kesehatan Dunia, terdapat 110 sampai 130 kasus kanker per satu juta anak tiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, angka prevalensi kanker anak usia 0 – 14 tahun berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 adalah sebesar 20.126 kasus tiap tahunnya.
Bahkan, setiap tahunnya tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional. Peringatan ini yang pertama kali dicanangkan oleh Childhood Cancer International, jaringan tingkat global yang terdiri dari 183 organisasi induk, asosiasi penyintas kanker anak, kelompok pendukung kanker anak, dan perkumpulan kanker yang tersebar di lebih dari 94 negara dan 5 benua.

Tujuan diadakan kampanye kolaboratif global ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker anak dan untuk mendeklarasikan dukungan bagi anak dan remaja penderita kanker, serta para penyintas dan keluarga.
Kanker Anak
Kanker adalah pertumbuhan sel atau jaringan tak terkendali dan tak dapat mati. Sel kanker dapat menyebar ke jaringan sekitarnya. Kanker tak hanya dapat menyerang orang dewasa, anak-anak pun dapat mengidap kanker. Kanker dengan jenis tersebut dinamakan kanker anak, yang secara spesifik dapat menyerang anak dari masih dalam kandungan hingga berusia di bawah 18 tahun.
Ciri Kanker pada Anak
Kanker pada anak tergolong lebih menantang untuk diketahui. Hal ini dikarenakan anak-anak belum tentu mampu mengungkapkan apa yang dialami atau dirasakannya. Tapi tenang saja Sahabat Sehat, kanker anak dapat dideteksi dini dengan memperhatikan gejala yang terjadi. Tiap jenis kanker anak memiliki gejala khususnya tersendiri.

Tapi ada beberapa gejala umum yang dapat diwaspadai, seperti muncul benjolan atau pembengkakan yang tidak biasa pada bagian tubuh anak; mengalami kehilangan energi, menjadi pucat yang tak dapat dijelaskan; mudah memar atau mudah berdarah; Mengalami rasa sakit berkelanjutan di satu area tubuh; mengalami kepincangan; demam yang tak dapat dijelaskan penyebabnya atau penyakit yang tak kunjung sembuh; sering sakit kepala disertai muntah; mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba; serta mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dan tak dapat dijelaskan penyebabnya.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, penyebab kematian kedua terbesar pada anak adalah kanker anak. Maka dari itu, penting dilakukan pengendalian kanker anak demi masa depan anak Indonesia yang lebih baik dan sehat. Cara pengendaliannya adalah dengan melakukan deteksi dini kanker dengan mengecek apakah anak mengalami gejala yang tak wajar seperti yang disebutkan di atas. Apabila Sahabat Sehat menemukan kasus dengan gejala yang tak wajar, maka harap segera melakukan penanganan lebih lanjut dengan membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Apakah Bisa Disembuhkan?
Seperti kanker pada umumnya, tentu ada berbagai metode pengobatan yang bisa dilakukan dalam proses penyembuhan. Kesembuhan ini dipengaruhi oleh jenis kanker, tingkat pertumbuhan kanker pada saat pertama kali ditemukan, dan waktu mulai pengobatan. Semakin cepat kanker terdeksi, maka kemungkinan untuk sembuh akan lebih besar. Nah, inilah pentingnya melakukan deteksi dini kanker anak.
Semoga informasi di atas dapat bermanfaat ya, Sahabat Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
