Pentingnya Kebutuhan 3A: Asuh, Asih dan Asah!

Teman Sehat, tumbuh kembang anak sangat penting untuk menjadi perhatian utama orang tua. Beberapa faktor dapat mendukung kulitas hidup anak, seperti kasih sayang dan asupan gizi yang optimal. Kebutuhan asuh, asih, asah juga harus disadari orang tua untuk membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Perkembangan sesuai tahapan umur

Setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda. Secara umum, perkembangan anak umur 0-3 bulan ditandai dengan kemampuannya telentang, menggerakkan kedua tungkai dan lengan, serta memberikan reaksi terhadap suara dan cahaya. Sedangkan umur 3-6 bulan, anak mampu mengangkat kepala dan dada dalam posisi telengkup serta meraih benda di sekitarnya.

Anak, Menara, Blok Bangunan, Blok, Balok Kayu

Umur 6-9 bulan anak mampu duduk dengan kepala tegak dan memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain. Sedangkan umur 9-12 bulan anak sudah bisa berjalan dengan merambat dan meraup benda kecil menggunakan ke lima jarinya.

Asuh, asih dan asah

Pertumbuhan dan perkembangan anak bisa optimal dengan memperhatikan kebutuhan 3A yaitu asuh, asih dan asah. Berikut ini merupakan penjelasan kebutuhan 3A yang harus diperhatikan orang tua:

Ayah, Bayi, Potret, Baru Lahir, Anak, Pria, Keluarga

  • Asuh (kebutuhan fisik)

Kebutuhan asuh meliputi pertumbuhan otak dan pertumbuhan jaringan dalam tubuh. Contoh konkrit kebutuhan asuh seperti imunisasi, pemenuhan gizi, ASI, obat-obatan, pakaian, tempat tinggal yang layak, dan lain-lain. Asupan gizi yabng baik dan tepat berpengaruh besar tehadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Ketidaksesuaian gizi akan memengaruhi kualitas kehidupan masa depannya.

  • Asih (kebutuhan kasih sayang)

Setiap anak menginginkan kasih sayang penuh dari orang tua dan sekitarnya. Orang tua wajib memberi kasih sayang, pujian, rasa aman, kepercayaan kepada anak. Pemberian asih yang tepat bisa mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak secara tepat.

  • Asah (stimulasi)

Stimulasi wajib diberikan kepada anak berupa kegiatan yang mampu merangsang perkembangan anak yang berusia 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal-hal yang berkaitan dengan stimulasi tersebut yaitu perkembangan kemandirian anak, motorik atau gerak, sosialisasi, dan bahasa. Stimulasi dibutuhkan agar anak memiliki inisiatif dalam melakukan berbagai aktivitasnya kelak.

Apa saja stimulasi yang diberikan?

Orang tua bisa mencoba beberapa stimulasi  berikut yang didasarkan pada tahapan perkembangan anak sesuai umurnya:

woman carrying baby near trees

  1. Umur 0-3 bulan : melatih anak membalikkan badan dari telentang ke telengkup, menirukan ocehan, gerakan dan mimik, melatih mengenggam benda
  2. Umur 3-6 bulan : melatih anak menirukan suara/kata, belajar duduk, menyangga berat badan dengan kedua kakinya
  3. Umur 6-9 bulan : melatih anak belajar merangkak, sering mengajak bicara dan memperlihatkan dirinya di cermin, melatih belajar berjalan dengan perlahan dengan berpegangan, serta memasukkan dan mengeluarkan benda
  4. Umur 9-12 bulan : mengajak anak memanjat kursi atau tangga yang rendah, melatih anak belajar sendiri, menirukan kata-kata, mengajak anak mengikuti kegiatan keluarga

Jika anak kurang diberikan stimulasi sejak kecil maka akan berisiko mengakibatkan penyimpangan tumbuh kembangnya, baik bersifat sementara atau permanen. Bedasarkan penelitian, pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu asuh, asih, dan asah memiliki hubungan dengan perkembangan balita yang memiliki status gizi berada di Bawah Garis Merah (BGM).

Nah Teman Sehat, pentingnya mengetahui asih, asah, dan asuh akan sangat berpengaruh pertumbuhan dan perkembangan anak. Jangan lupa memberikan kebutuhannya dengan cara yang tepat sesuai umur! Share artikel ini ke orang-orang sekitar kamu, ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.