Sahabat Sehat, tahukah kamu bahwa saffron yang sering ditemukan dalam skincare ternyata menyandang gelar sebagai rempah termahal di dunia? Harga per gram nya bahkan bisa mencapai Rp150.000 – Rp300.000 tergantung dari kualitasnya.
Tanaman dengan bunga berwarna ungu ini dianggap sebagai salah satu tanaman herbal yang penting dalam bidang medis dan industri kecantikan. Jauh sebelum itu, rempah yang juga dikenal sebagai kuma-kuma ini, terlebih dahulu dipakai untuk menambah cita rasa dan warna pada makanan.

Sejarah penggunaan saffron
Sejak dulu, saffron (Crocus sativus) telah dimanfaatkan sebagai bahan rempah makanan di berbagai belahan dunia. Aroma, rasa, serta warnanya yang unik menjadi daya jual dari rempah berwarna merah menyala ini.
Penggunaan Crocus sativus sebagai obat tradisional juga sudah lama dilakukan oleh masyarakat Tiongkok, Ayurveda dan Unani. Oleh masyarakat Ayurveda digunakan untuk mengobati batuk, demam, dan penyakit kronis seperti asma. Sejak tercatat dalam sejarah botani pada abad ke-7 SM, crocus sativus dikenal sebagai tanaman obat untuk sekitar 90 jenis penyakit dan terus digunakan hingga saat ini.
Kandungan dan khasiatnya
Saffron mengandung lebih dari 150 senyawa mudah menguap, tak mudah menguap, dan menghasilkan aroma. Karbohidrat, protein, asam amino, raw fiber, mineral, gelatin polisakarida, dan vitamin (riboflavin dan tiamin) merupkan beberapa diantaranya.
Banyaknya senyawa yang terkandung membuatnya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Manfaat dari rempah ini diantaranya, meredakan nyeri haid, mengurangi gejala PMS, meningkatkan mood, mengatasi noda hitam pada kulit, mengurangi kerutan di wajah, mengurangi nafsu makan, membantu meningkatkan pengelihatan, mengobati penyakit diabetes, mengurangi kadar lemak dalam darah, bahkan hingga membantu melawan penyakit kanker.

Kenapa mahal?
Fakta unik yang perlu Sahabat Sehat tahu tentang crocus sativus adalah bahwa dalam satu kuntum bunga hanya bisa menghasilkan tiga helai putik saja. Butuh sekitar 150 kuntum bunga untuk bisa menghasilkan 1 gram rempah. Belum lagi setiap tahunnya hanya bisa mekar satu kali saja.
Harga yang melambung tinggi juga dikarenakan keseluruhan prosesnya masih manual, mulai dari menanam hingga memetik. Proses paling melelahkan yaitu saat mengambil tiga helai putik berwarna merah yang akan diproses menjadi rempah. Selain itu, bunga crocus sativus hanya bisa di budidayakan di iklim tertentu. Kondisi tanah, curah hujan, dan temperatur juga perlu diperhatikan.
Menurut PBB, sekitar 85% produksi saffron di dunia berasal dari wilayah Iran yang memiliki iklim kering serta dipenuhi cahaya matahari. Meskipun banyak diproduksi di Iran, saffron dari Kashmir merupakan yang paling berkualitas sehingga dibanderol dengan harga paling mahal.
Meski harganya bikin geleng-geleng kepala, saffron tetap diburu banyak orang loh! Punya banyak manfaat dan khasiat membuat orang rela merogoh kocek demi mendapatkan rempah ini. Sahabat Sehat tertarik untuk coba?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
