Inilah 3 Snack Sehat untuk Penderita Autisme!

Teman Sehat, seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, kalau asupan zat gizi penderita autisme harus diperhatikan, agar zat gizi yang didapatkan tepat dan seimbang.

Pilihan jenis makanan yang kurang tepat, seperti mengandung zat gizi gluten dan kasein bisa memperparah keadaannya. Nah, jika kamu memiliki kerabat yang menderita autis, sediakanlah snack yang sesuai dengan zat gizi yang dibutuhkannya. Berikut ini 3 jenis snack yang bisa kamu jadikan sebagai sajian alternatif. So, let’s check it out!

1. Jajanan pasar

Jajanan pasar punya berbagai bentuk dan variasi dalam penyajiannya, seperti kue cucur, kue lumpur, nagasari dan sebaginya. Jajanan pasar terbuat dari berbagai macam jenis tepung seperti tepung terigu, tepung beras, tepung tapioka, dan jenis tepung lainnya.

Tapi, kamu tau ngga sih kalau ngga semua jenis jajanan pasar boleh dikonsumsi bagi penderita autisme? Yap, kecuali jajanan yang terbuat dari tepung terigu harus kamu hindari. Snack seperti nagasari, klepon, kue lapis ataupun cenil dengan bahan dasar tepung beras, bisa menjadi salah satu alternatifnya, loh!

2. Nugget

Yap, nugget merupakan salah satu makanan siap saji (ready to eat) yang banyak diminati berbagai kalangan. Biasanya, nugget terbuat dari campuran tepung dengan  daging hewani dan komposisinya masih kurang bersahabat bagi penderita autisme.

Nah, kamu bisa memodifikasi bahan pembuatan nugget dengan campuran ikan gabus dengan tepung beras. Perbandingan yang dibutuhkan adalah 3:1, agar nugget tetap memiliki tekstur yang lembut. Kandungan zat gizi albumin yang tinggi pada ikan gabus, sangat bermanfaat bagi asupn protein bagi penderita autisme.

3. Puding

Puding bisa dijadikan sebagai dessert atau makanan penutup bagi teman penderita autisme. Kamu bisa membuat puding dengan bahan dasar labu atau jenis umbi-umbian lainya yang dicampur dengan gelatin.

Selain mendapatkan rasa mais alami dari umbi-umbian, kamu juga ngga perlu menambahkan zat warna makanan karena warna alami yang sudah ada dri bahan baku yang digunakan. Mulailah mengganti pemanis dengan madu atau gula fruktosa yang lebih mudah dicerna bagi penderita autisme.

Nah Teman Sehat, intinya kamu bisa membuat berbagai jenis makanan ringan untuk teman penderita autisme. Tapi, tetap perhatiakn zat gizi yang harus dihindari dari mereka, yang bisa memperparah keadaannya. Selain itu, hidari bahan tambahan makanan yang bersifat sintetik, ya! Yuk, perhatikan asupan makan mereka agar tetap menikmati makanan yang enak dan bergizi!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *