Tips Menyimpan Sayur dan Buah

Teman Sehat, setelah mengetahuit tempat apa saja yang bisa kamu gunakan untuk bahan pangan, sekarang saatnya kamu menyimpannya. Yuk, mulai dengan sayur dan buah. Ada 4 (empat) tips yang perlu kamu perhatikan saat menyimpan buah dan sayur di rumah. Let’s check it out!

1. Pahami sifatnya

Tahukah kamu, selepas dipanen sayur dan buah masih bernafas? Yap, jika kamu  menemukan plastik belanjaan yang basah dan berembun, itulah salah satu buktinya. Pernafasan terjadi karena adanya penguraian zat gizi karbohidrat menjadi karbondioksida (CO2), panas, uap air, dan gas etilen (senyawa yang membantu proses pematangan).

Berdasarkan studi dari University of Agricultural Sciences and Technology of Kashmir, India ada beberapa pengelompokan buah berdasarkan sifat kecepatan pernafasan dan kemudahan rusaknya:

Pernafasan

  • Sangat lambat: kurma, kacang-kacangan, dan sayur-buah yang dikeringkan
  • Lambat: apel, jeruk, seledri, bawang putih, dll.
  • Pertengahan: pisang, mangga, ketimun, kentang (belum masak), tomat, cabai, dll
  • Tinggi: alpukat, keluarga beri-berian, wortel, dll
  • Sangat tinggi: toge, bawang daun, kale, dll
  • Sangat-sangat tinggi: brokoli, bayam, jagung, dll.

Tingkat kerusakan

  • Sangat tinggi (< 2 minggu): keluarga beri-berian, brokoli, jamur, dll.
  • Tinggi (2-4 minggu):  alpukat, pisang, jambu, mangga, melon, kol, tomat, dll
  • Pertengahan (4-8 minggu): beberapa jenis apel dan pir, wortel, kentang (belum matang), dll.
  • Rendah (8-16 minggu): kentang (matang), ubi, bawang putih, sebagian jenis apel dan pir, dll.
  • Sangat rendah (>16 minggu): kacang-kacangan, sayur dan buah kering

Semakin tinggi proses pernafasannya, maka kemungkinan kerusakannya akan semakin tinggi. Hal ini dikarenakan banyaknya air yang keluar, sehingga butuh penanganan penyimpanan yang lebih baik.

2. Kemaslah sebelum disimpan

Mengemas bahan pangan segar, ternyata bisa menambah masa simpannya, loh! Ada beberapa bahan pangan yang perlu perlakuan tertentu, seperti sayuran berdaun. Jika sayuran ini dimasukan ke dalam plastik polythene, akan melindunginya dari suhu dingin secara langsung.

Menurut studi yang dipublikasikan oleh Virginia State University, melakukan pengemasan pada sayur berdaun akan mencegah layu dan mempertahankan kelembapannya. Selain itu, buah juga rentan terhadap penyerapan aroma dari makanan yang ada di dalam tempat penyimpanan. Sehingga sebaiknya disimpan pada kontainer bagian buah atau tempatkan pada wadah tertentu.

3. Sayur dan buah yang cocok disimpan pada suhu rendah

Beberapa sayur dan buah ada yang cocok disimpan pada suhu rendah, yaitu berkisar 0 – 10◦C. Contoh sayur dan buah yang bisa kamu simpan yaitu, sayuran berdaun, brokoli, wortel, melon, apel dan sebagainya pada list ini.

Jika dibandingkan dengan sifat pada poin satu, kebanyakan bahan pangan yang disimpan pada suhu rendah memiliki sifat pernafasan dan tingkat kerusakan yang sangat tinggi – pertengahan. Tapi ada perlakuan khusu untuk buah, diamkanlah pada suhu ruang hingga masak. Setelah masak, simpanlah pada suhu rendah untuk memperpanjang masa simpannya. Contohnya yaitu, alpukat, kiwi, pisang, dan sebagainya pada list ini.

4. Sayur dan buah yang cocok disimpan pada suhu ruang

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh University of Florida, USA, ngga semua sayur dan buah bisa disimpan pada suhu tinggi, loh! Jika dipaksakan, maka kedua bahan pangan ini bisa rusak (chilling injury) dan masa simpannya menjadi singkat.

Jika menggunakan sifat yang ada, bahan pangan dengan sifat pernafasan dan tingkat kerusakan rendah – sangat rendah yang bisa disimpan pada suhu ruang. Kebanyakan bahan pangan ini termasuk golongan umbi-umbian, rimpang, dan beberapa sayur dan buah yang dikeringkan, seperti tomat (sangat masak), kentang, kacang-kacangan, ubi, bawang putih, dan sebagainya pada list ini.

Nah, Teman Sehat itulah beberapa tips penyimpanan bahan pangan segar sayur dan buah yang perlu kamu tahu. Ingat ya, utamakan sistem first in firs out (FIFO) saat mengolah bahan pangan. So, selamat mencoba!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *