3 Tempat Penyimpanan Bahan Pangan yang Perlu Kamu Tahu!

Teman Sehat, setelah tahu bahan gimana cara yang baik menyiapkan bahan pangan segar sebelum disimpan, sekarang saatnya kamu tahu tempat penyimpanannya. Yap, ada 3 (tiga) tempat yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan bahan pangan agar lebih awet, sesuai kebutuhannya, loh! Yuk, simak!

1. Pantry

Pantry merupakan bagian dari dapur yang berfungsi untuk menyimpan bahan dan peralatan memasak. Kondisi tempat ini sebaiknya kering, teduh, agak redup, dan suhu idealnya berkisar 10 – 21◦C. Tapi, jika suhu ini ngga tercapai, usahakan tempat ini mencapai suhu ruang, yaitu 20 – 25◦C. Sehingga baiknya tempat ini ngga berdekatan dengan oven, kompor, tempat mencuci piring dan pipa pemanas lainnya agar makanan ngga mudah rusak.

Nah, untuk bahan-bahan kering, seperti tepung, pasta, gula, tempatkanlah di wadah gelas maupun plastik untuk meminimalisir masuknya udara, yang bisa menyebabkan bahan mudah rusak. Kamu juga bisa menulis tanggal pembelian untuk memastikan kedaluarsanya. Jangan lupa isilah bagian lemari pantry dengan kabinet berbahan logam atau plastik untuk memudahkan penyusunan bahan makanan.

Aturlah posisinya berdasarkan sifat makanan dan tingkat penggunaannya. Simpanlah bahan yang sering digunakan di bagian depan. Selain itu, untuk makanan kaleng yang bersifat asam seperti produk mengangung tomat, buah, dan mengandung cuka, masa simpannya pendek, sehingga simpanlah di depan. Jangan lupa bersihkam dan cek setiap lemari pantry untuk menghindari serangga dan hewan pengerat, seperti tikus.

2. Refrigrator

Tahukah kamu ada dua tempat penyimpanan di kulkas dengan suhu yang berbeda? Yap, salah satunya refrigrator dengan suhu berkisar 4◦C atau di bawahnya. Tempat penyimpanan ini, berfungsi untuk menjaga kesegaran bahan pangan dan makanan agar bisa bertahan pada waktu yang cukup lama.

Saat memasukan bahan pangan maupun makanan, pastikan sifat bahannya cocok saat disimpan. Contohnya tempatilah sayur dan buah yang telah mengalami proses (pencucian, pengupasan dan pemotongan) ke dalam wadah gelas maupun plastik.  Untuk daging mentah yang akan langsung dimasak, sebaiknya simpanlah pada wadah plastik yang bersih dan tertutup. Letakanlah di bagian bawah untuk mencegah tetesan darah pada daging mengontaminasi bahan makan lain.

Tutup rapat bahan pangan yang berbau menyengat, agar aromanya ngga mencampur bahan makanan lain. Usahakan atur posisinya sedemikian rupa, jangan terlalu padat, agar udara masih bisa mengalir dan suhu kulkas ngga turun. Jangan lupa membersihkan kulkas dan cek juga suhunya menggunakan termometer ruangan, ya!

3. Freezer

Tempat penyimpanan ini, memiliki suhu paling rendah yaitu berkisar -17◦C atau lebih rendah dari itu, dengan suhu ideal (-23) – (-43)◦C. Tempat penyimpanan ini membuat bahan pangan kamu awet lebih lama, loh! Pastikan bahan pangan yang masuk merupakan bahan pangan dengan sifat yang sesuai. Contohnya, daging ayam, sapi maupun seafood yang lebih tahan lama, untuk menidurkan bakteri jahat yang ada.

Saat menyimpan bahan pangan di tempat ini, pastikan wadah yang digunakan tahan pada suhu sangat rendah. Kamu bisa menggunakan wadah plastik tahan suhu rendah maupun wadah lainnya. Jangan lupa berikan label tanggal pembelian, ya, untuk memudahkan melihat batas kedaluarsanya.

Nah, Teman Sehat itulah beberapa tempat penyimpanan bahan pangan segar, kering, maupun yang sudah diolah yang bisa kamu gunakan. Oh iya, dalam sistem penyimpanan ini, usahakan gunakan sistem FIFO (First In First Out), ya! Atau sistem yang dibeli dahulu, digunakan terlebih dahulu untuk menjaga kesegaran bahan pangannya. So, selamat mencoba Teman Sehat!

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *