Tips Sehat Menangani Daging Kurban

Halo, Teman Sehat! Sebentar lagi kamu merayakan Hari Raya Idul Adha, loh! BTW, kamu tau ngga Idul Adha identik dengan apa? Yap, daging kurban dan produk olahannya, seperti sate, sop, dan sebagainya. Kamu tau ngga, ternyata sebelum disantap, perlu perlakuan khusus loh, supaya daging yang dimakan ngga menyebabkan sakit perut.

Kok bisa ya? Bisa lah, mau tau apa penyebabnya dan gimana cara mengurangi risikonya? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Risiko yang ditimbulkan

Teman Sehat, saat kamu mendapatkan daging kurban, sebaiknya langsung dibersihkan dengan air mengalir dan disimpan ke dalam lemari pendingin (refrigerator) atau pembeku (freezer). Hal ini dilakukan buat mengurangi risiko kontaminasi bakteri jahat, karena daging merupakan salah satu bahan yang mudah rusak (perishable) oleh bakteri. Menurut Disnak Jabar, jangan menyimpan daging pada suhu 4-60˚C (zona berbahaya) lebih dari 4 jam, karena itu adalah suhu bateri jahat tumbuh dengan cepat.

Yuk, lakukan tips ini!

  1. Cuci tangan, sebelum dan setelah menangani daging segar dengan sabun. Hal ini dilakukan buat mengurangi kontaminasi bateri jahat. Selain itu, berilah plester pada luka yang ada di tangan, supaya ngga ada kontaminasi bakteri dari luka.
  2. Gunakan peralatan yang bersih, seperti pisau dan talenan, supaya ngga ada kontaminasi silang dari bahan-bahan sebelumnya.
  3. Pisahkan, pisahkan daging dan jeroannya, supaya ngga ada kontaminasi silang bakteri jahat di jeroan.
  4. Segera bersihkan, kamu boleh membilas daging dengan air sebelum disimpan di dalam refrigerator/freezer. Tapi, dengan syarat airnya harus mengalir agar ngga ada bakteri jahat yang menetap.
  5. Potong daging, setelah dibersihkan/dicuci, potonglah menjadi bagian yang lebih kecil, agar mudah dalam penyimpanan dan penggunaannya. Jangan lupa memotongnya harus melintang dengan seratnya, ya!
  6. Kemas dengan wadah plastik dan simpan di refrigerator, daging segar akan bertahan di refrigerator dengan suhu 0-5˚C selama 3-5 hari. Sedangkan yang digiling, dengan suhu yang sama akan bertahan selama 1-2 hari.

Ingat ya, daging yang disimpan di refrigerator, masa simpannya terbatas, karena akan tetap rusak/busuk jika disimpan lebih lama. Tempatkan daging terpisah dari sayur dan makanan lainnya, ya! Supaya ngga ada kontaminasi silang pada makanan.

  1. Simpan di freezer, jika kamu ingin menyimpannya dalam waktu yang lama, maka simpanlah di freezer. Dengan cara yang sama, daging segar akan tahan hingga 6-12 bulan jika suhu yang digunakan 0-(-18˚C), sedangkan yang digiling akan bertahan selama 3-4 bulan dengan suhu yang sama.
  2. Tempatkan pada ice box, jika kamu harus mendistribusikan daging kurban ke berbagai tempat, maka alangkah baiknya menaruhnya di ice box. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan bakteri jahat terhambat dan daging ngga cepat rusak.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan setelah mendapatkan daging kurban. Tetap jaga kebersihan dan keamanan pangan dalam mengonsumsinya ya! Agar kita mendapatkan manfaat yang maksimal dari makanan tersebut, bukan mendapatkan sakit yang disebabkan oleh kesalahan dalam penanganannya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.