Bagi generasi pekerja di Indonesia, aktivitas commuting harian bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari gaya hidup. Meski dilakukan hampir setiap hari, menghadapi padatnya transportasi umum dan macet di jalan tetap menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, berikut tips untuk Sahabat Sehat supaya produktivitas dan kenyamanan ngga habis di jalan.

Waspadai Polusi Udara
Berdasarkan data Kualitas Udara Dunia IQAir tahun 2024, Indonesia menduduki peringkat ke 15 dari 138 negara sebagai negara dengan kualitas udara terburuk selama tahun 2024. Selama perjalanan, risiko terpapar polusi udara sangatlah tinggi. Oleh karena itu, pemilihan pakaian yang tepat merupakan hal yang krusial untuk menghindari risiko gangguan pernapasan dan iritasi kulit. Nah, untuk melindungi diri dari polutan dan debu halus, gunakanlah masker. Selain itu, pilihlah pakaian dengan bahan breathable, seperti katun atau linen yang mampu menyerap keringat dan mengurangi risiko iritasi kulit.
Penuhi kebutuhan cairan
Bagi pekerja dengan mobilitas tinggi, menjaga hidrasi seringkali terabaikan padahal ini menjadi salah satu kunci untuk menjaga keselamatan kerja dan produktivitas. Di iklim tropis seperti Indonesia, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat, terutama saat commuting dalam kondisi padat dan terpapar AC bergantian dengan suhu luar.
Kebutuhan cairan harian bervariasi tergantung kondisi lingkungan dan aktivitas. Bagi pekerja yang beraktivitas di lingkungan panas atau memiliki tingkat mobilitas tinggi, dianjurkan setidaknya mengonsumsi 3700 ml (setara 15 gelas) air per hari untuk laki-laki dan 2700 ml (setara 11 gelas) air per hari untuk perempuan. Oh iya Sahabat Sehat, jumlah tersebut sebaiknya dipenuhi secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus, supaya tubuh terhidrasi dengan baik.

Optimalkan Waktu Perjalanan
Lamanya waktu commuting seringkali menguras energi bahkan sebelum pekerjaan dimulai. Rata-rata pekerja di kota besar Indonesia menghabiskan 2 hingga 3 jam per hari di perjalanan. Menurut salah satu hasil studi literatur yang dimuat dalam Human Care Journal, durasi perjalanan yang panjang terbukti berpengaruh nyata terhadap kondisi fisik dan mental pekerja. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa karyawan dengan waktu perjalanan lebih lama berisiko mengalami berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gangguan muskuloskeletal, kualitas tidur yang buruk, hingga nyeri punggung bawah. Tidak hanya itu, aspek mental juga terdampak berupa peningkatan risiko kelelahan, kecemasan, dan depresi.
Oleh karena itu, Sahabat Sehat bisa melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi risiko kesehatan tersebut. Usahakan untuk melakukan peregangan ringan untuk mencegah kekakuan otot setelah duduk atau berdiri lama. Membaca buku digital, mendengarkan podcast, atau sekadar menikmati playlist favorit juga bisa dilakukan untuk menjaga mood selama di jalan.
Sahabat Sehat, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan selama perjalanan. Semoga kedepannya, generasi pekerja komuter di Indonesia tidak hanya menjadi lebih tangguh, tetapi juga dapat menikmati infrastruktur transportasi memadai yang mendukung produktivitas dan kualitas hidup lebih baik.
