Yuk, Kenalan Sama Anorexia dan Bulimia!

Halo Teman Sehat! Pernah dengar istilah eating disorder? Eating disorder adalah gangguan makan yang disebabkan faktor psikologis dalam diri seseorang. Banyak banget kalangan public figure yang mengalami gangguan ini, salah satunya karena tuntutan peran atau profesi yang mereka jalani. Ngga cuma itu loh, gangguan ini udah mulai menyebar di khalayak umum, ngga ketinggalan di kalangan remaja.

Ada 2 tipe gangguan makan yang cukup familiar, yaitu anorexia nervosa dan bulimia nervosa. Yuk, cari tahu lebih lanjut!

1. Anorexia nervosa

Gangguan makan yang satu ini terdiri dari 2 tipe. Tipe yang pertama yaitu tipe “binge eating atau pembersihan”. Jadi pada tipe ini, orang akan makan dalam jumlah banyak secara cepat dan rahasia. Untuk menghindari penambahan berat badan sebagai dampak dari perilaku ini, maka orang tersebut akan melakukan exercise secara berlebihan ataupun memuntahkan makanannya. Sedangkan tipe yang kedua yaitu gangguan makan yang cenderung sangat membatasi asupan hariannya. Nah, apa sih ciri penderita gangguan ini?

  • Memiliki berat badan di bawah normal dikarenakan penolakan konsumsi makanan
  • Melakukan exercise yang berlebihan untuk membakar kalori
  • Dapat berkembang menjadi perubahan kebiasaan makan, seperti memotong makanan sampai ke bentuk yang sangat kecil dan membutuhkan waktu yang lama untuk makan
  • Mengalami gangguan body image dan elalu berfikir kalau tubuhnya gemuk walaupun sebetulnya sudah sangat kurus
  • Memiliki pemikiran yang tidak realistis seperti “segalanya akan baik-baik saja selama aku kurus”

2. Bulimia nervosa

Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang merupakan regular binge eating yaitu memuntahkan makanan yang dimakan secara regular dan terus-menerus setiap makan yang diikuti dengan usaha untuk mencegah peningkatan berat badan. Seseorang dengan bulimia nervosa akan :

  • Merasa kehilangan kontrol terhadap makanan dan ketakutan ngga bisa berhenti makan
  • Menghindari penambahan berat badan dengan cara exercise yang terlalu berat atau puasa.

Nah, Teman Sehat pasti penasaran kan kira-kira apa yang membuat seseorang memiliki gangguan makan seperti ini?

1. Faktor individu

Para remaja terkadang selalu memikirkan hal yang sempurna menurut persepsi mereka sendiri. Mereka terkadang ngga tahu bagaimana berat badan yang baik menurut kesehatan. Mereka hanya memikirkan persepsi orang lain terhadap bentuk tubuh atau berat badan mereka. Mereka sangat sensitif dan susah untuk mengungkapkan apa yang mereka butuhkan atau rasakan.

2. Faktor keluarga

Keluarga tidak menjadikan seseorang terkena eating disorder. Hanya saja faktor komunikasi dalam keluarga yang bisa membuat si anak mengalami eating disorder.

3. Faktor budaya

Faktor budaya yang dimaksud yaitu adanya persepsi lingkungan ataupun iklan dan selebaran yang mengatakan bahwa “kurus itu cantik”. Hal – hal seperti ini yang membuat seseorang membuat pola pikir yang salah.

Nah, Teman Sehat udah lebih paham kan mengenai 2 jenis gangguan makan yang banyak terjadi di lingkungan sekitar kita? Yang perlu diingat adalah bagaimana kita menjaga berat badan ideal, bukan berlomba-lomba untuk menjadi gemuk atau kurus sebagaimana persepsi “cantik” yang ada di masyarakat.

Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia, SGz

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *