Hai Teman Sehat!
Mungkin sebagian dari kamu udah tau kalau anak-anak dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) punya kecenderungan hiperaktif dan sulit buat menghiraukan lingkungan sekitar. Yap, masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, Teman Sehat! Harvard Medical School pernah mempublikasikan review yang menyatakan adanya kaitan beberapa makanan ini pada kemunculan gejala ADHD pada anak. Makanan-makanan apa aja ya Teman Sehat? Yuk, Simak!

Inilah 5 Makanan yang Berhubungan dengan Kemunculan Gejala ADHD
1. Makanan yang banyak mengandung gula
Ternyata, ada penelitian yang menyatakan kalau kebiasaan anak yang banyak mengonsumsi makanan tinggi gula cenderung lebih hiperaktif loh, Teman Sehat! Walaupun makanan tinggi gula berpengaruh pada hiperaktifitas, ini bukan jadi satu-satunya penyebab ya Teman Sehat!
Beberapa penelitian mengungkapkan kalau diet sehari-hari yang ngga sesuai Pedoman Gizi Seimbang serta metabolisme glukosa yang ngga normal di dalam tubuh juga bisa jadi penyebabnya. Ingat, konsumsi gula ngga boleh lebih dari 4 sdm per orang per hari ya, Teman Sehat!

2. Makanan yang mengandung pewarna sintetis
Yap, pewarna tambahan seperti sunset yellow, carmoisine, tartrazine, ponceu 4R, quinoline yellow dan allura red AC diketahui bisa meningkatkan hiperaktifitas pada anak-anak. Sebagai langkah pencegah munculnya gejala ADHD, udah sepatutnya kita mengenali makanan yang dikonsumsi oleh anak ya, Teman Sehat!
Langkah ini bisa dilakukan lewat sikap aktif kita dalam mencari informasi terkait bahan pembuatan makanan dan batasan bahan tambahan yang digunakan tersebut sesuai peraturan BPOM.
3. Asam lemak omega-3
Teman sehat udah tau belum kalau ternyata, peneliti menyatakan kalau kekurangan omega-3 bisa berkontribusi pada kemunculan gejala ADHD. Ini terkait dengan fungsi omega-3 pada transmisi neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin serta peran omega-3 yang membantu sel otak dalam berkomunikasi.
Gejala ADHD yang terkait dengan defisiensi omega-3 ini adalah peningkatan rasa haus berlebihan dan peningkatan rasa buat urinasi. Langkah yang sebaiknya dilakukan buat mengatasi defisiensi omega-3 ini bisa dengan berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi agar kita taukebutuhan omega-3 anak yang tepat.

4. Vitamin dan mineral
Yap, walaupun penelitian mengenai kaitan vitamin dan mineral dengan ADHD masih belum konsisten dan banyak dilakukan, kecukupan vitamin dan mineral perlu dipenuhi agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan normal, Teman Sehat!
5. Makanan Alergen
Makanan seperti kacang-kacangan, ubur-ubur, telur, dan makanan laut bisa memicu reaksi antibodi tubuh. Konsumsi makanan ini sesuai kebutuhan baik dilakukan buat bantu cegah timbulnya gejala ADHD.
Nah, itulah beberapa makanan yang harus diperhatikan buat bantu cegah munculnya gejala ADHD, Teman Sehat! Buat kamu yang mau bantu anak-anak di sekitar kamu, yuk share informasi ini! (dwi&don)

