Teman Sehat, kamu pernah mendengar penyakit cacar monyet atau monkeypox? Berita ini diawali dari ditemukannya warga Nigeria yang menderita cacar monyet atau monkeypox di Singapura. Sebagai negara yang berdekatan dengan Singapura, Indonesia patut waspada, loh! Sebenarnya, jenis penyakit apa sih, ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut di bawah ini!
Apa sih cacar monyet atau monkeypox?
Dari namanya, mungkin sebagian orang akan menganggap bahwa penyakit ini menyerang monyet atau primata. Ternyata, penyakit ini juga bisa menyerang manusia loh, Teman Sehat! Human Monkeypox (MPX) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini pertama kali diisolasi dari sekelompok monyet yang sakit pada tahun 1958.

Kasus pertama yang menjangkit manusia dilaporkan di Afrika pada tahun 1970-an. Menurut Pal dalam artikelnya, penyakit ini paling banyak terjadi di hutan hujan Afrika Tengah dan Barat. Penyakit ini juga pernah muncul di Amerika Serikat pada tahun 2003 yang diduga berasal dari hewan pengerat liar dari Afrika. Kasus serupa juga ditemukan di Inggris pada September 2018 yang diduga ada hubungannya dengan perjalanan seseorang dari Nigeria.
Gimana ya virus cacar monyet bisa menular?
Cacar monyet atau monkeypox ini tergolong penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan antara hewan dan manusia melalui darah, kulit, dan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, atau konsumsi daging yang ngga diolah dengan baik.

Selain bisa ditularkan dari hewan ke manusia, penyakit ini juga bisa ditularkan dari hewan ke hewan lain, dan dari manusia ke manusia, loh! Penularan dari manusia ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi atau benda-benda yang terkontaminasi cairan tubuh atau darah penderita.
Apa aja sih, gejala yang ditimbulkan?
Virus monkeypox ini menyerang manusia antara dua hingga empat minggu. Gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan cacar pada umumnya. Awalnya, penderita akan merasa demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot, serta merasa lemah. Selanjutnya diikuti dengan munculnya ruam pada kulit mulai dari wajah hingga ke bagian tubuh lainnya.

Biasanya, penyakit ini dikategorikan sebagai self limited disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, tapi tentu tingkat keparahannya dapat berbeda pada tiap penderita, khususnya pada anak. WHO sendiri mengimbau agar kasus cacar monyet perlu segera diidentifikasi untuk menghentikan potensi wabah di setiap negara.
Bagaimana ya, cara pencegahannya?
Kamu tentu ngga mau kan, aktivitas dan penampilannya terganggu karena penyakit ini. Federal Ministry of Health Nigeria Centre for Disease Control tahun 2017 menyatakan bahwa belum ada vaksin khusus yang bisa mencegah cacar monyet, tapi vaksin cacar biasa bisa dengan efektif mencegah penyakit ini.

Hal lain yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit ini yaitu menghindari kontak langsung dengan hewan primata seperti monyet dan hewan pengerat seperti tikus, dan tupai. Hal ini disebabkan cacar monyet juga bisa ditularkan antar hewan, sehingga sebaiknya kamu juga menghindari kontak langsung dengan darah atau daging hewan yang ngga diolah dengan baik. Selain itu, gunakanlah pakaian pelindung dan sarung tangan saat menangani hewan.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai cacar monyet. So, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menggunakan masker ketika menangani hal yang berpotensi untuk menular. Jangan ragu ya, untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila timbul gejala yang dicurigai! Keep safe Teman Sehat!
Editor & Proofreder: Firda Shabrina, STP

