Yuk, Ketahui 3 Golongan Bentuk Obat!

Halo, Teman Sehat! Tahukah kamu bahwa obat digolongkan menjadi 3 bentuk? Yap, 3 bentuk obat tersebut diantaranya padat, cair, dan gas. Masing-masing memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda. Nah, apa saja yang termasuk dalam obat padat, cair, serta gas? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Obat padat

Bentuk obat padat mungkin paling sering ditemukan di sekitar kita. Jenisnya pun berbeda-beda tergantung kebutuhan konsumen dan tujuannya. Berikut merupakan jenis-jenis obat padat:

Foto stok gratis farmasi, ilmu, kapsul

  • Tablet

Obat berbentuk bundar atau pipih lebih praktis dalam pemakaian, penyimpanan, serta produksinya. Tablet biasanya dilengkapi dengan zat tambahan yang bermanfaat untuk menunjang obat agar tepat sasaran, seperti zat pengikat, penghancur, pelicin, dan lainnya. Beberapa tablet memiliki lapisan khusus yang berfungsi mencegahnya larut di saluran pencernaan lain, selain usus halus.

  • Kapsul

Obat jenis ini dikemas ke dalam sebuah cangkang berbentuk tabung, bertekstur lunak atau keras. Cangkang tersebut bisa larut di saluran pencernaan dan biasanya terbuat dari gelatin atau pati. Cangkang atau lapisan luar obat dipecah di saluran pencernaan kemudian diserap ke dalam aliran darah. Metabolisme obat kapsul sama dengan metabolisme obat tablet.

  • Kaplet (kapsul tablet)

Obat berbentuk kaplet dibungkus lapisan gula dengan warna menarik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban agar obat ngga terkontaminasi dengan asam klorida (HCl) di lambung.

  • Pil

Obat berbentuk bundar dan berukuran kecil ini mengandung satu atau lebih zat penyusun.

  • Serbuk

Obat berbentuk remahan ini merupakan campuran obat kering dan zat kimia lainnya. Dalam prosesnya, obat jenis serbuk mengalami proses penghalusan. Serbuk bisa diberikan dalam kemasan untuk satu kali pakai (puyer).

Obat cair

Obat bentuk cair ternyata memiliki jenis lebih dari yang kamu duga, beberapa diantaranya mungkin ngga familiar dan jarang didengar. Berikut ini jenis-jenis obat cair:

opened amber glass vial bottle

  • Larutan (solutio). Jenis obat ini mengandung 2 atau lebih zat kimia dengan bentuk larutan
  • Elixir. Jenis ini mengandung alkohol dengan tambahan pemanis dan aroma
  • Sirup. Jenis ini biasanya dikombinasikan dengan larutan gula sebagai pemanis,  serta seringkali digunakan untuk obat dan suplemen anak-anak karena cenderung mudah dikonsumsi
  • Emulsi. Jenis ini memiliki campuran zat kimia yang larut dalam minyak dan air dengan tambahan zat pengelmusi (untuk menjaga kestabilan)
  • Suspensi. Jenis obat berisi zat padat yang tersebar dalam cairan. Biasanya terdapat intruksi “dikocok terlebih dahulu” pada petunjuk penggunaannya
  • Galenik. Jenis obat cair yang berasal dari sari hewan atau tumbuhan
  • Ekstrak. Jenis obat berbentuk cairan pekat yang berasal dari ekstraksi (pemisahan berdasarkan kelarutan) zat nabati maupun hewani yang diberi pelarut tambahan
  • Immunosera. Jenis obat yang berisi zat antibodi dan berasal dari serum hewan lalu dimurnikan serta digunakan untuk menetralisir racun hewan

Obat gas/uap

Bentuk obat  gas/uap harus disertai dengan resep dokter dan petunjuk yang benar. Jika ngga, maka kemungkinan akan muncul efek samping yang ngga diinginkan. Berikut ini jenis-jenis obat gas/uap:

Obat, Anak, Sakit, Pilek, Angina, Orvi, Flu

Bentuk obat gas/uap biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit pernapasan dengan cara inhalasi (dihirup), salah satunya asma. Bentuk ini dibuat agar partikel obat menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah dan cepat diserap dalam saluran pernapasan.

Nah, berdsarkan informasi di atas, Teman Sehat jadi lebih memahami bentuk obat mulai dari padat, cair, dan gas. Pastikan saat akan mengonsumsi obat, kamu mengikuti anjuran yang sudah ditentukan, ya. Semoga bermanfaat! Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini ke orang-orang di sekitar kamu ya!

Editor & Proofreader: Mega Kurniawati, SGz

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.