Clean Eating, Diet Populer Masa Kini!

Halo, Teman Sehat! saat ini banyak bermunculan jenis diet yang menawarkan berbagai khasiat bagi kesehatan. Salah satunya yang sedang populer yaitu Clean Eating Diet. Kira-kira apa ya, manfaat yang diperoleh dari Clean Eating Diet? Bagaimana cara melakukannya? Yuk simak penjelasannya di sini!

Apa sih  Clean Eating Diet?

Akhir akhir ini mulai banyak influencer yang ramai memperkenalkan clean eating diet melalui media sosial. Pola makan ini merupakan pola makan dengan cara mengonsumsi berbagai makanan alami atau sering disebut real food. Real food adalah makanan yang bebas dari zat kimia, penambahan zat adiktif, pewarna buatan, pemanis buatan, dan juga minim pengolahan.

Prinsip melakukannya

  • Keseimbangan konsumsi zat gizi makro

Dalam menerapkan pola diet ini, ngga ada pengurangan pada zat gizi tertentu. Karbohidrat, protein dan lemak tetap dikonsumsi. Perbandingannya yaitu 40-50% karbohidrat, 30% protein dan 30% lemak. Asupan karbohidrat yang diutamakan yaitu karbohidrat kompleks. Sedangkan lemak, yang dianjurkan yaitu lemak ngga jenuh, seperti ikan sarden, salmon, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

  • Selalu ingat sayur saat makan

Porsi buah dan sayuran dalam sehari bisa  2-3 kali bahkan lebih. Sebelum mengonsumsinya, hal yang perlu dipersiapkan yaitu cuci bersih, kupas kulitnya dan buang bagian yang ngga bisa dimakan. Jika ada buah dan sayuran yang perlu dimasak terlebih dahulu, maka harus minim proses. Tujuannya untuk meminimalisir hilangnya  kandungan vitamin dan mineral.

  • Porsi kecil tapi sering

Frekuensi makan pada pola ini, yaitu 6 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makan utama dan 3 kali selingan. Usahakan memulai sarapan 1 jam setelah bangun tidur, karena saat itu gula darah cenderung rendah sehingga membutuhkan asupan kalori segera.

  • Hindari minuman tinggi kalori

Boba milk, thai tea, minuman yang tidak ada dalam daftar menu pola diet ini. Minuman utama pada pola ini adalah air putih sebanyak 1500 – 2000 ml per hari atau setara dengan  8-13 gelas. Jika merasa bosan dengan air putih, kamu bisa mencoba minuman rendah kalori seperti minuman herbal dan teh hijau tanpa gula.

Manfaatnya

  • Lebih banyak mengandung zat gizi mikro.

Minimnya proses pengolahan dan asupan bahan pangan yang segar, membuat pola ini mengandung banyak zat gizi mikro. Contohnya dari 200 g jeruk alami mengandung 124 mg vitamin C, sedangkan jeruk kaleng mengandung 86 mg vitamin C

  • Membantu menurunkan berat badan

Penurunan kalori yang masuk, bisa membantu menurunkan berat badan. Jika kamu mengonsumsi real food, kalori yang diperoleh lebih sedikit dari makanan olahan. Contohnya sekitar 200 g labu mengandung 45 kalori, sedangkan 1 potong roti mengandung 66 kalori. Selain itu, tubuh akan merasa kenyang lebih lama karena saat mengonsumsi real food, perut akan melakukan peregangan, kemudian otak akan menerima sinyal kenyang sehingga nafsu makan pun turun.

  • Baik untuk kulit

Beberapa penelitian menunjukan seseorang yang mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan dalam bentuk real food menunjukan adanya penurunan kerutan pada kulit, mengurangi resiko kehilangan elastisitas kulit, dan jerawat. Kulit akan tampak lebih muda dan fresh.

Nah, Teman Sehat apakah kamu tertarik untuk menerapkan diet tersebut? Tapi sebelum mencoba, ngga ada salahnya berkonsultasi pada para expert kesehatan seperti dokter atau ahli gizi ya, serta jangan lupa pastikan tujuan utama diet kamu untuk hidup yang lebih sehat.

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *