Di masa pandemi ini, banyak sekali kegiatan yang bisa Teman Sehat lakukan, salah satunya berkebun. Yap, selain bisa merasakan pengelaman baru saat menanam, ternyata berkebun juga menjadi salah satu alternatif terapi bagi kamu yang memiliki masalah kesehatan. Bagi kamu yang baru memulainya, yuk, simak tipsnya di sini!
1. Perhatikan ketersediaan lahannya
Mulailah dengan menelusuri setiap bagian di rumahmu, agar lokasi yang digunakan cocok untuk berkebun. Haruskah luas? Ternyata ngga perlu, kamu cuma perlu menyesuaikan luas lahan dengan teknik berkebun yang akan digunakan. Contohnya, kamu akan menanam menggunakan pot atau vertical gardening.
Jangan lupa perhatikan teknik yang digunakan dengan kondisi tanah, media tumbuh dan keberadaan sinar matahari. Pastikan tanaman diletakkan pada tempat yang terpapar sinar matahari.
2. Tentukan media tanamnya
Jenis dan tingkat kesuburan tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman, loh! Baik sayuran, buah-buahan maupun tanaman herbal. Tanah yang digunakan haruslah menjadi media yang tepat untuk penyerapan sumber nutrisi bagi tanaman. Tanah yang subur bisa dilihat dari kondisi tingkat keasaman (pH), tekstur, dan kelembabannnya.
Selain itu tanah harus memiliki kemampuan menyerap air yang cukup, ngga terlalu berpasir maupun terlalu padat. Jika terlalu berpasir, biasanya memiliki kandungan nutrisi yang lebih sedikit. Sedangkan tanah yang terlalau padat membuat akar tanaman sulit untuk tumbuh. Keberadaan organisme dalam tanah, seperti cacing juga sangat berpengaruh, loh!
3. Pilihlah benih yang cocok
Setiap jenis benih tanaman, baik sayuran maupun buah-buahan, akan ditangani dengan cara yang berbeda. Mulai dari masa tumbuh, waktu panen, luas lahan dan banyaknya air yang dibutuhkan, hingga kecocokannya pada musim-musim tertentu.
Pelajarinya secara lebih spesifik agar tanaman berhasil tumbuh dengan baik. Apapun jenisnya, bisa disesuaikan dengan kondisi menanamnya.
Ternyata berkebun itu ngga sulit ‘kan? Semuanya bisa diatur sedemikian rupa agar cocok dengan situasi dan kondisi saat ini. Selain itu, mengonsumsi hasil kebun sendiri bisa membuat kamu lebih menghargai setiap makanan yang dikonsumsi. Nah, bagaimana Teman Sehat? Apakah kamu siap mempunyai kebun sendiri? Selamat mencoba, ya!
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP




