Sahabat Sehat, pernahkah kalian pernah mendengar kontaminan lingkungan bernama dioksin. WHO menyebut dioksin sebagai ‘dirty dozen’, zat kimia yang sangat toksik. Kasus keracunan atau paparan dioksin dosis tinggi mengakibatkan kerusakan pada organ dan sistem imunitas tubuh.

Apa itu dioksin?
Dioksin adalah sekelompok senyawa terkait kimia yang tergolong sebagai persistent environmental pollutants (POPs). Hal ini dikarenakan dioksin terurai sangat lambat dan emisi yang dilepaskan akan lama berada di lingkungan, beberapa jenis dioksin juga sangat tahan terhadap degradasi lingkungan. Dioksin memiliki ratusan jenis dan dan merupakan anggota dari tiga keluarga yang terkait erat, yaitu polychlorinated dibenzo-p-dioxins (PCDDs), dibenzofuran poliklorinasi (PCDFs), dan bifenil poliklorinasi (PCB) tertentu.
Dioksin ngga berwarna dan ngga berbau, jadi sulit dideteksi langsung oleh panca indera. Dioksin merupakan kontaminan lingkungan dan bisa terakumulasi dalam rantai makanan, terutama di jaringan lemak hewan. Lebih dari 90% paparan dioksin pada manusia terjadi melalui makanan, terutama daging dan produk susu, ikan dan kerang.
Bahaya Dioksin
Dioksin ini sangat beracun loh, Sahabat Sehat! Jika ngga sengaja terkonsumsi bisa menyebabkan masalah reproduksi dan perkembangan, merusak sistem kekebalan tubuh, mengganggu hormon dan juga menyebabkan kanker. Banyak negara memantau pasokan makanan mereka dengan ketat guna menghindari kontaminasi dioksin dan mencegah dampak skala besar.
Kasus Kontaminan Dioksin
Mayoritas kasus kontaminasi dioksin terjadi akibat pakan ternak yang terkontaminasi, semisal insiden peningkatan kadar dioksin dalam susu atau pakan ternak karena pellet, atau bahan campuran yang digunakan dalam produksi pakan ternak terkontaminasi.
Kejadian kontaminasi dioksin yang signifikan membawa dampak ekonomi dan implikasi luas di banyak negara. Akhir 2008, Irlandia melakukan product recall pada daging dan produk babi dikarenakan deteksi kandungan dioksin 200 kali batas aman pada sampel daging babi. Recall ini merupakan salah satu product recall terbesar terkait dengan kontaminasi bahan kimia. Akibat kejadian ini 1800 pekerja kehilangan pekerjaan pada industri babi dan 100.000 babi dimusnahkan. Total kerugian diperkirakan sebesar €100 juta (sekitar 1,6 biliun rupiah, kurs 16.000).
Pada tahun 1999, Belgia melakukan product recall terhadap unggas dan telur akibat kontaminasi dioksin pada pakan. Penyebabnya ditelusuri ke pakan ternak yang terkontaminasi dengan limbah minyak industri berbasis PCB yang dibuang secara ilegal. Kerugian diperkirakan 1 miliar franc [$25 juta]
Dioksin dalam Rantai Pangan
Di Amerika Serikat, pengontrolan dioksin sangat ketat dan sekarang industri mampu mengurangi emisi dioksin ke udara sebesar 90% dibandingkan dengan cemaran dioksin pada 1987. Dioksin utamanya dihasilkan sebagai produk sampingan industri. Senyawa berbahaya ini bisa dihasilkan melalui proses pembakaran, termasuk pembakaran sampah yang kurang tepat, atau proses alami, seperti kebakaran hutan dan gunung berapi, yang kemudian dioksin terbawa ke udara.
Dioksin di udara mengalami deposisi ke tumbuhan yang dimakan oleh hewan. Senyawa toksik ini bersifat lipofilik (tidak larut lemak) kemudian terakumulasi pada jaringan lemak hewan. Dari situlah daging sebagai sumber protein hewani dikonsumsi dan menyebabkan dioksin terasup ke tubuh.
Cara Meminimalisir Paparan Dioksin
Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi potensi paparan dioksin. Misalnya membuang kulit dari ikan dan ayam, memilih daging sapi yang tak berlemak atau buang lemak pada daging, serta mengonsumsi susu bebas lemak atau rendah lemak dan gunakan mentega secukupnya.
Sahabat Sehat, itulah beberapa hal terkait kontaminasi dioksin pada produk pangan. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
