Dadih merupakan pangan fungsional lokal khas Minangkabau yang dibuat dari fermentasi susu kerbau. Olahan khas Minangkabau ini mungkin belum sepopuler yoghurt susu sapi pada umumnya, tapi dadih telah menjadi hidangan selingan, lauk, dan pelengkap upacara adat di beberapa daerah di Sumatera Barat.
Supaya Sahabat Sehat makin tahu tentang dadih, simak fakta berikut, yuk!

Yoghurt Versi Lokal yang Unik
Dadih ini mirip dengan yoghurt, yang membedakan adalah bahan dasar pembuatannya. Biasanya yoghurt terbuat dari susu sapi, akan tetapi dadih terbuat dari susu kerbau yang difermentasi.
Selain bahan dasar yang ngga biasa, proses pembuatan dadih terbilang cukup unik juga loh, Sahabat Sehat! Yoghurt yang biasa dikonsumsi umumnya dikemas menggunakan botol, akan tetapi dalam pembuatan dadih, susu kerbau akan dimasukkan ke dalam bambu dan ditutup dengan daun pisang atau daun talas. Susu kerbau akan disimpan pada suhu kamar selama kurang lebih dua hari hingga terbentuk gumpalan seperti pasta.
Ngga Perlu Ditambah Starter Bakteri
Hal unik lainnya dari pembuatan Dadih ini adalah ngga diperlukan starter tambahan selama proses fermentasi. Proses fermentasi secara alami melibatkan berbagai mikroba yang ada di alam, seperti yang terdapat pada permukan tabung bambu bagian dalam atau pada permukaan daun penutup bambu.
Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan
Dadih termasuk makanan yang menyehatkan karena merupakan sumber probiotik yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Akhir-akhir ini, dadih sering dikaitkan sebagai salah satu makanan yang dapat mencegah terjadinya stunting.
Dalam suatu penelitian juga ditemukan bahwa pemberian dadih dapat memperbaiki dan memberikan perubahan berat badan balita yang mengalami gizi kurang. Namun, tentu saja perubahan berat badan yang terjadi ngga hanya karena adanya probiotik saja, melainkan juga karena konsumsi makanan yang beragam.

Keberadaan mikroba baik tersebut akan membantu penyerapan dari aneka ragam makanan sumber zat gizi makro dan zat gizi mikro. Kecukupan asupan gizi dari makanan yang dibarengi dengan kesehatan saluran cerna, tentunya dapat mendukung proses penyerapan dan tumbuh kembang anak.
Selain itu, dadih cenderung mudah diserap oleh tubuh karena memiliki mikroba pemecah protein yang dapat merubah ikatan polipeptida protein menjadi asam amino. Jadi, asam amino tersebut dapat langsung diserap oleh usus halus.
Bisa Diolah Menjadi Berbagai Kuliner
Beberapa orang mungkin ngga terlalu suka dengan rasa dadih yang asam jika dimakan secara langsung. Namun, dadih bisa diolah menjadi berbagai makanan atau minuman lezat loh, Sahabat Sehat!
Di Sumatera Barat, dadih biasa dicampurkan dengan minuman dingin bersama emping ketan, gula merah, dan santan atau biasa disebut dengan “Ampiang Dadiah”. Dadih juga bisa diolah menjadi es krim supaya lebih disukai anak-anak. Selain itu, juga sudah pernah diadakan diseminasi (penyampaian informasi) pengolahan dadih menjadi mayonaise sebagai salah satu produk yang digemari dan sering dikonsumsi remaja saat ini.
Kira-kira Sahabat Sehat akan menyulap dadih menjadi olahan apa?
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
