Waspada Gejala Keracunan Makanan

Teman Sehat, pasti kamu pernah membeli jajanan di pinggir jalan, kan? Yap, tapi pernah ngga sih, setelah mengonsumsi jajanan, perut kamu terasa sakit? Jangan-jangan itu termasuk tanda kamu keracunan makanan. Tapi, tunggu dulu, belum tentu sakit perut itu disebabkan keracunan makanan yang kamu konsumsi.

Mau tau apa aja penyebabnya? Let’s check it out!

Apa itu keracunan makanan?

Gangguan yang dikenal dengan nama foodborne illness, merupakan infeksi yang terjadi saat tubuh mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri jahat. Kontaminasi ini bisa terjadi karena makanan sudah melewati batas kedaluarsa atau adanya kontaminasi bakteri jahat pada makanan.

Biasanya, beberapa makanan atau minuman yang udah ngga layak dikonsumsi, punya tanda kasat mata seperti berubahnya warna, aroma, rasa yang lebih asam, kekentalannya berubah dan adanya bercak putih atau abu-abu yang menandakan tumbuhnya jamur.

Sebenarnya, apa ya yang terjadi?

Tubuh kamu memiliki ambang batas untuk menerima toksin (racun) yang masuk kedalam tubuh. Jika tubuh menerima terlalu banyak racun, maka organ hati ngga bisa menetralisir toksin secara maksimal. Kemudian tubuh akan merasakan gejala-gejala keracunan makanan.

Gangguan ini terjadi, karena udah banyaknya bakteri jahat yang berkembang biak di dalam tubuh, sehingga menghasilkan racun yang cukup banyak. Pada kondisi dan lingkungan yang tepat, satu bakteri bisa berkembang biak menjadi lebih dari 2 juta bakteri dalam waktu kurang dari 7 jam.

Salah satu penyebabnya

Salmonella, Listeria, dan Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri jahat yang sering kali menyebabkan keracunan makanan. Beberapa jenis makanan yang menjadi tempat ‘favorit’ berkembang biaknya bakteri ini yaitu, makanan tinggi protein (daging-dagingan, unggas, ikan mentah, telur) dan makanan tinggi karbohidrat.

Apa aja ya, gejala klinisnya?

Terdapat beberapa gejala keracunan makanan yang terjadi, tergantung banyaknya racun yang masuk kedalam tubuh. Gejala yang muncul bisa berupa pusing, mual, sakit perut, diare dan gejala lainnya. Dalam beberapa kasus, gangguan ini bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian, kalau ngga ditangani secara langsung.

Nah, sekarang wawasan Teman Sehat tentang keracunan makanan semakin bertambah, kan? Yuk, biasakan pola hidup bersih dan sehat, sehingga kamu bisa mencegah dan  terhindar dari gangguan ini. Jangan lupa share informasi ini ke orang terdekat kamu, ya!

Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP

Share

ayo berlangganan linisehat

Dapatkan rujukan dan infografis kesehatan yang fresh, fun dan youthful langsung ke email anda

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *