Halo Sahabat Sehat!
Bisphenol-A (BPA) merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membuat kemasan produk komersial, seperti kaleng dan pembentuk plastik. Senyawa kunci lapisan resin epoksi (epoxy resin) ini diketahui memiliki berbagai fungsi, seperti menjaga makanan supaya tetap segar, mencegah interaksi antara logam dan makanan, dan menjaga rasanya supaya ngga berubah saat disimpan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia menyatakan bahwa BPA bisa berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi melebihi batas maksimal migrasi, yaitu 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg). Melansir dari WebMD, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika menyebutkan bahwa BPA berisiko menyebabkan beragam gangguan kesehatan, mulai dari masalah perilaku, hormonal, penyakit jantung, peningkatan gula darah dalam tubuh hingga kanker.
Menurut data penelitian terkini, masih belum ditemukan senyawa lain yang memiliki fungsi sama seperti BPA sebagai bahan pelapis kemasan kaleng. Tapi, pada plastik, BPA bisa digantikan oleh senyawa lain, seperti Polyetylene atau Polypropylene.
Bagaimana tips menghindarinya?

Lalu, bagaimana caranya supaya terhindar dari paparan BPA? Nah, simak tips berikut ini ya.
- Temukan produk yang bebas kandungan BPA. Kamu bisa membaca label komposisi yang bertuliskan “BPA-Free” pada brosur kemasan sebelum membeli.
- Pilihlah kaleng susu formula bayi dalam yang berisi bubuk, karena jika cairan lebih mudah menyerap BPA yang terkandung pada kaleng kemasan.
- Pilihlah bahan wadah makanan yang ngga berasal dari plastik, seperti kaca, keramik, dan stainless steel atau tahan karat.
- Jangan panaskan wadah plastik yang mengandung BPA, seperti memanaskan dalam microwave dan menuangkan air mendidih ke dalam botol plastik. Proses pemanasan bisa menyebabkan BPA dari kemasan berpindah ke makanan.
- Buanglah wadah plastik yang sudah terkelupas atau retak, karena berisiko sebagai tempat bersarangnya kuman dan tercampurnya BPA ke dalam makanan.
- Pilihlah makanan yang segar atau beku.
- Meminimalisir penggunaan makanan kaleng, karena BPA merupakan salah satu bahan pelapis kaleng.
- Hindari memilih produk plastik yang memiliki kode daur ulang nomor 3 atau 7. Kode nomor 3 menunjukkan plastik mengandung Polyvinyl Chloride (PVC), yang berisiko tinggi melepaskan zat beracun. Sedangkan nomor 7, mengandung BPA.
Sahabat Sehat, dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kamu akan menemui banyak produk komersial. Nah, untuk menjaga supaya tubuhmu tetap sehat dan terhindar dari racun berbahaya, yuk coba terapkan 8 tips ini.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Waah senang nih baca tulisan kak Apoteker Okta yg slalu bermanfaat… trinms ya
Waah senang nih baca tulisan kak Apoteker Okta … trims ya
Terima kasih sudah sharing kak