Makan Cokelat Sebabkan Jerawat? Mitos atau Fakta?

Halo Teman Sehat! Biasanya, di bulan yang penuh kasih sayang ini, kita ngga bisa lepas dari cokelat. Adakah yang sudah dapat cokelat dari pasangan? Atau mungkin kamu beli sendiri karena lagi banyak promo? Olahan dari biji kakao yang mempunyai rasa pahit hingga manis ini telah menjadi makanan favorit banyak kalangan. Tapi, apakah kamu merasa khawatir saat makan cokelat karena katanya bisa menimbulkan jerawat? Tenang, yuk cari tahu!

Mitos atau fakta?

Coklat dan jerawat
Foto: Pexles.com

Sejauh ini, terdapat hasil yang bervariasi dari penelitian tentang hubungan cokelat dan jerawat. Penelitian oleh James E. Fulton, dkk pada 1969 menunjukkan konsumsi cokelat ngga memengaruhi produksi minyak yang dapat menyebabkan jerawat.  Namun, berdasarkan International Journal of Dermatology (2016), konsumsi dark chocolate bisa memperburuk jerawat pada subjek laki-laki dewasa dengan jenis kulit mudah berjerawat (acne-prone skin). Hal ini sejalan dengan penelitian pada 2014 yang menyatakan konsumsi produk olahan cokelat bisa meningkatkan keparahan jerawat.

Tapi, salah satu jurnal di Asian Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa bukan dark chocolate, melainkan white chocolate lah yang bisa membuat jerawat semakin burukPerlu digaris bawahi, jika studi yang disebutkan di atas dilakukan pada subjek dengan jenis kulit yang cenderung mudah berjerawat atau mempunyai riwayat jerawat.

Meskipun begitu, hingga kini, belum ada bukti yang kuat mengenai pengaruh langsung konsumsi cokelat terhadap timbulnya jerawat dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kaitan cokelat dengan jerawat

Coklat dan jerawat
Foto: Pixabay.com

Lalu, mengapa ada orang yang mucul jerawat setelah makan cokelat? Diduga, kandungan dalam cokelat lah yang bisa memicu timbulnya jerawat. Seperti susu, gula, dan bahan lain yang memiliki indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik merupakan pengaruh konsumsi suatu makanan terhadap kadar gula darah. Susu dan produk olahannya mengandung hormon yang bisa merangsang produksi kelenjar sebasea atau kelenjar minyak yang dapat memicu timbulnya jerawat.

Selain itu, karbohidrat dalam susu, gula, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi bisa meningkatkan kadar insulin dalam darah. Peningkatan kadar insulin ini mengakibatkan produksi hormon androgen yang berperan dalam pembentukan jerawat meningkat, serta memicu produksi minyak yang berlebih. Oleh karena itu, komposisi dalam cokelat lah yang memungkinkan timbulnya jerawat.

Jadi begitu ya, Teman Sehat. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa coklat murni bisa menimbulkan jerawat. Meskipun begitu, sebaiknya kamu ngga mengonsumsi olahan cokelat secara berlebihan, mengingat kandungan didalamnya seperti gula dan susu yang mungkin bisa memicu perkembangan jerawat. Semoga bermanfaat! Happy Valentine!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi
Effect of Chocolate on Acne Vulgaris.
https://jamanetwork.com/journals/jama/article-abstract/350738
Diakses pada 8 Februari 2021.

Dark chocolate exacerbates acne.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26711092/
Diakses pada 8 Februari 2021.

Double-blind, Placebo-controlled Study Assessing the Effect of Chocolate Consumption in Subjects with a History of Acne Vulgaris.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4025515/pdf/jcad_7_5_19.pdf

Diakses pada 8 februari 2021.

Dark and White Chocolate Consumption and Acne Vulgaris: A Case-Control Study.
http://docsdrive.com/pdfs/ansinet/ajcn/2014/35-40.pdf
Diakses pada 8 Februari 2021.

Hubungan Asupan Lemak Jenuh dengan Kejadian Acne Vulgaris
https://media.neliti.com/media/publications/186625-ID-hubungan-asupan-lemak-jenuh-dengan-kejad.pdf
Diakses pada 8 Februari 2021.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.