Manfaat Tidur yang Cukup dan Pulas

Teman Sehat, memiliki waktu tidur yang cukup dan pulas merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan agar memiliki kondisi badan sehat dan bugar. Jika sedang berbicara tentang kesehatan, tidur ternyata sama pentingnya dengan berolahraga dan menjaga pola makan. Nah, berikut ini beberapa manfaat dari tidur yang bisa kamu peroleh!

Meningkatkan Konsentrasi dan Kemampuan Kognitif

Manfaat tidur
Foto: Pexels.com

Tidur merupakan waktu yang penting untuk perkembangan otak, mulai dari meningkatkan konsentrasi, kemampuan kognitif, hingga daya ingat seseorang. Tanpa tidur yang cukup otak akan mengalami kesulitan untuk bisa bekerja dengan maksimal, karena ngga memiliki waktu untuk memulihkan sel yang rusak dan neuron menjadi overworked.

Tidur yang cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan kognitif, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Bahkan beberapa penelitian telah membuktikan bahwa memperbaiki pola tidur bisa menjadi salah satu metode terapi bagi mereka yang memiliki gangguan memori seperti depresi, post-traumatic stress disorder, Alzheimer’s dan schizophrenia.

Mengurangi risiko obesitas

Ternyata, kurang tidur ada kaitannya dengan penambahan berat badan, loh! Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa, mereka yang memiliki waktu tidur singkat cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan. Bahkan, 89% anak-anak dan 55% orang dewasa yang kurang tidur lebih berisiko mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan tidur mempengaruhi produksi hormon ghrelin dan leptin yang mengatur napsu makan. Selain itu, mereka yang kurang tidur biasanya lebih sulit untuk menerapkan pola hidup yang sehat.

Meningkatkan daya tahan tabuh

manfaat tidur
Foto: Pexles.com

Teman Sehat, mungkin sudah pernah mendengar bahwa tidur berkaitan dengan imunitas tubuh. Menurut salah satu penelitian di Pittersburg, Amerika Serikat, seseorang yang memiliki waktu tidur kurang dari 7 jam, ternyata 3 kali lebih berisiko terserang demam dan flu dibandingkan dengan mereka yang memiliki waktu tidur yang cukup.

Sebuah penelitian tahun 2016 telah membuktikan bahwa melatonin (hormon yang mengatur pola tidur) ternyata bisa meningkatkan respon sel T terhadap adanya infeksi. Sel T sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam sistem imunitas seseorang, karena bertugas untuk mendeteksi ada tidaknya sel patogen yang menginfeksi tubuh.

Mempengaruhi emosi dan risiko depresi

Teman Sehat, ternyata waktu dan kualitas tidur seseorang berpengaruh terhadap emosi dan kondisi psikologis seseorang, loh! Sudah banyak sekali penelitian yang dilakukan untuk mencari tahu hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan mental.

Salah satunya, hasil publikasi di Australian and New Zealand Journal of Psychiatrys menyatakan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnoea lebih rentan mengalami gejala depresi. Orang yang mengalami insomnia disini dikategorikan sering mengalami kesulitan tidur, sering terbagun di malam hari, bangun terlalu awal dan sering merasa lelah di saing hari.

Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika memiliki tidur yang cukup dan pulas. Yuk, mulai sekarang tingkatkan kulitas dan waktu tidur kamu. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Referensi

Diekelmann S. (2014). Sleep for cognitive enhancement. Frontiers in systems neuroscience, 8, 46. https://doi.org/10.3389/fnsys.2014.00046

Mukherjee, S., Patel, S., Kales, S., Ayas, N., Strohl, K., Gozal, D., & Malhotra, A. (2015). An Official American Thoracic Society Statement: The Importance of Healthy Sleep. Recommendations and Future Priorities. American Journal Of Respiratory And Critical Care Medicine, 191(12), 1450-1458. doi: 10.1164/rccm.201504-0767st

Di Milia, L., Vandelanotte, C., & Duncan, M. J. (2013). The association between short sleep and obesity after controlling for demographic, lifestyle, work and health related factors. Sleep medicine, 14(4), 319–323. https://doi.org/10.1016/j.sleep.2012.12.007

Cohen S, Doyle WJ, Alper CM, Janicki-Deverts D, Turner RB. Sleep habits and susceptibility to the common cold. Arch Intern Med. 2009 Jan 12;169(1):62-7. doi: 10.1001/archinternmed.2008.505. PMID: 19139325; PMCID: PMC2629403.

Ren, Wenkai & Liu, Gang & Chen, Shuai & Yin, Jie & Wang, Jing & Wu, Guoyao & Bazer, Fuller & Peng, Yuanyi & Li, Tiejun & Reiter, Russel & Yin, Yulong. (2017). Melatonin signaling in T cells: Functions and applications. Journal of Pineal Research. 62. e12394. 10.1111/jpi.12394.

Hayley, A. C., Williams, L. J., Venugopal, K., Kennedy, G. A., Berk, M., & Pasco, J. A. (2015). The relationships between insomnia, sleep apnoea and depression: findings from the American National Health and Nutrition Examination Survey, 2005-2008. The Australian and New Zealand journal of psychiatry, 49(2), 156–170. https://doi.org/10.1177/0004867414546700

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.