Halo, Teman Sehat! Apakah kamu pecinta teh? Seberapa sering kamu mengonsumsi setiap harinya? Yap, bahan baku minuman satu ini sudah banyak dikenal. Bahkan, ngga jarang orang mengonsumsinya sebagai bagian dari gaya hidup (life style). Ternyata, jenis teh bervariasi, loh! Di antaranya teh hitam dan teh hijau. Kira-kira, apa ya perbedaannya? Yuk, simak faktanya di bawah, ini!
Mengenal teh hitam
Teh hitam merupakan produk teh yang diolah dari pucuk teh Camellia sinensis. Jenis ini diperoleh dari hasil fermentasi katekin menjadi teaflavin dan tearubigin oleh enzim polifenol oksidase.
Secara mudahnya, teh yang berwana hijau dengan adanya proses fermentasi akan merubah warna daunnya dari hijau menjadi kecoklatan. Selain itu, proses ini juga memengaruhi aroma dan rasanya, loh!

Jika dilihat dari manfaatnya, teh hitam memiliki manfaat utama sebagai zat antioksidan. Bahkan, teh jenis ini mampu menangkal radikal bebas lebih baik dibandingkan dengan vitamin C dan vitamin E, loh!
Selain itu, teh jenis ini, juga dimanfaatkan sebagai agen protektif penyakit kardiovaskuler dan kanker, anti hipertensi, anti oksidatif, dan aktivitas hipolipidemik (metabolisme lemak). Wah, keren ya!
Apa bedanya dengan teh hijau?
Berbeda dengan teh hitam, ternyata pengolahan teh hijau ngga melalui proses fermentasi. Adapun proses pengolahan yang dilakukan yaitu dengan menonaktifkan enzim fenolase pada daun teh pucuk segar.

Selain sebagai zat antioksidan, ternyata teh jenis ini juga memiliki manfaat lainnya seperti mencegah kanker, osteoporosis, kardiovaskular, membantu menjaga daya tahan tubuh, dan mencegah penuaan dini.
Bagaimana dengan rasanya?
Perbedaan proses pengolahan dan komponen kimia di dalam kedua teh ini, ternyata berpengaruh pada ciri khas pada produk akhirnya loh! Yap, teh hijau memiliki karakter khas yang erat kaitannya dengan karakter green (dedaunan) dan mampu menghasilkan rasa pahit dan sepat.

Jika dibandingkan dengan teh hitam, teh hijau memiliki rasa yang lebih pahit, sepat, dan kurang harum. Rasa pahit dan sepat pada teh hijau disebabkan adanya senyawa polifenol berupa katekin yang merupakan komponen dominan pada teh. Pada teh hitam, rasa pahit dan sepat menjadi berkurang karena adanya proses fermentasi, sehingga menyebabkan senyawa katekin jumlahnya berkurang.
Jadi, setelah mengetahui perbedaan antara teh hitam dan teh hijau, apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Jangan lupa, perhatikan waktu dan dosis konsumsinya agar mendapat manfaat baik teh.
Editor & Proofreader: Firda Shabrina, STP
