Halo Teman Sehat! Memiliki anak dengan nafsu makan yang baik tentunya jadi harapan setiap orang tua. Tapi, apakah Teman Sehat pernah berpikir mengenai potensi obesitas kalau asupan anak berlebih? Nah, obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Bukannya bagus, makan berlebih yang berujung pada obesitas, justru akan membawa si kecil pada berbagai risiko kesehatan.

Sumber: unplash.com
Obesitas pada anak
Data Riset Kesehatan Dasar RI 2018 menyebutkan bahwa obesitas pada anak usia 5-12 tahun di Indonesia mencapai 9-9,5% dan 4,6-5,1% untuk remaja 13-15 tahun. Anak dan remaja yang gemuk meningkatkan risiko mereka untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang gemuk juga, dibandingkan dengan anak dan remaja dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) normal. Selain itu, kondisi kelebihan berat badan pada anak akan memberikan tantangan yang lebih berat untuk menurunkan berat badan di usia dewasa loh!
Risiko kesehatan akibat obesitas pada anak ngga jauh berbeda dengan usia dewasa. Beberapa diantaranya yaitu gangguan metabolisme glukosa dan lipid, risiko kanker, gangguan kardiovaskular hingga risiko jangka panjang stroke dan kematian yang mendadak. Kondisi demikian tentu sangat mengganggu tumbuh kembang serta aktivitas anak.
Pencegahan obesitas pada anak

Sumber: unplash.com
Teman Sehat, ada 3 macam pendekatan untuk mencegah obesitas pada anak.
1. Pencegahan primordial
Pendekatan ini berkaitan dengan menjaga berat badan dan IMT normal selama masa anak-anak dan usia remaja.
2. Pencegahan primer
Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah kegemukan pada anak.
3. Pencegahan sekunder
Pendekatan ini fokus terhadap pengobatan obesitas untuk mencegah dan mengurangi munculnya penyakit penyerta pada tubuh akibat berat badan berlebihan.
Tips mencegah obesitas pada anak
Terdapat beberapa tips yang bisa Teman Sehat terapkan untuk mulai menerapkan pencegahan primordial dan pencegahan primer ya.
- Membiasakan konsumsi makanan sehat. Hal ini bisa dimulai dengan menyediakan makanan seperti sayur, buah, biji-bijian, makanan yang bergizi, beragam, dan seimbang untuk si kecil. Selain itu, kamu dapat memberikan susu dan produk olahan susu yang rendah lemak, memilih daging yang rendah lemak, dan menambahkan menu olahan ikan. Jangan lupa, biasakan perbanyak minum air putih dan mulai batasi konsumsi minuman manis dan berkalori tinggi.
- Bantu anak untuk selalu aktif. Aktifitas fisik adalah komponen penting dari keseharian si kecil. Selain untuk mencegah obesitas, aktifitas fisik memiliki banyak manfaat seperti memperkuat tulang, menurunkan tekanan darah, manajemen berat badan, dan mencegah stres.
- Membatasi kegiatan sedentari. Kegiatan sedentari bisa dikatakan sebagai salah satu pemicu obesitas. Kegiatan sedentari anak yang umumnya diisi dengan menonton televisi dan bermain gawai dapat menjadi penyebab kondisi obesitas pada anak. Kegiatan sedentari sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 2 jam per hari, agar anak memiliki kegiatan aktivitas fisik lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuhnya.
- Waktu tidur yang cukup. Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa, meskipun kebutuhan waktu tidur pada anak bervariasi di setiap usia. Kurangnya waktu tidur biasanya berbanding lurus dengan peningkatan pola konsumsi dan penurunan aktivitas fisik pada anak.
Nah, sudah jelas ya pentingnya mencegah obesitas pada anak dan upaya-upaya apa yang bisa dilakukan. Yuk, pastikan si kecil mengonsumsi gizi seimbang, aktif, dan jauh-jauh dari kegemukan!
Editor & Proofreader: Fhadilla Amelia SGz

