Teman Sehat tentu pernah merasakan stres akibat suatu pekerjaan atau tugas yang membuat kamu jadi kewalahan dan ngga semangat mengerjakannya. Mengalami stres ternyata bisa bermanfaat untuk kinerja otak, karena akan membuta otak terbiasa untuk berpikir dalam menentukan strategi bagaimana cara mengatasinya.
Tapi, masih banyak diantara kamu yang maish belum bisa mengelola stres dengan baik sehingga berdampak pada kesehatan. Yuk, kenali mekanisme coping berikut untuk mengatasi stres teman sehat!
Mengenal Stres

Stres merupakan suatu kondisi yang hampir sama dengan keadaan cemas dan takut. Setiap orang memiliki definisi stres yang berbeda-beda, ada yang sampai mengalami ketakutan dan ada yang hanya merasakan beberapa respon tubuh.
Stres bisa dialami oleh siapa saja dengan sebab yang beragam. Terdapat teori yang dikemukakan oleh seorang peneliti yang mengatakan bahwa tubuh bereaksi terhadap stres melalui tiga tahapan, yakni tahap peringatan, tahap perlawanan, dan tahap kelelahan.
Terdapat dua jenis stres yakni distress dan eustress. Distress merupakan stres yang memberikan dampak buruk atau negatif yang bisa menimbulkan stres sedangkan eustress merupakan stres baik yang memberikan dampak positif pada individu.
Penyebab stres biasa disebut dengan stressors yang merupakan suatu kondisi atau situasi yang bisa menimbulkan stres atau sesuatu yang bisa menimbulkan respon stres. Hal tersebut bisa berupa orang, benda, tempat atau sebuah acara. Stres bisa menimbulkan beberapa efek yang meliputi peningkatan tekanan darah, dilatasi pupil dan penurunan aliran darah menuju otot.
Sindom Adaptasi Umum dalam Stres
Ada beberapa tahapan saat seseorang menghadapi stres yang timbul karena beberapa hal, yakni :
1. Fase alarm
Fase dimana tubuh menggerakkan sistem saraf simpatetik untuk menghadapi ancaman langsung dari luar.
2. Fase penolakan
Fase dimana tubuh berusahan menolak atau mengatasi stressor yang ngga bisa dihindari. Pada beberapa orang, tubuh akan beradaptasi dan kembali normal.
3. Fase kelelahan
Fase stres yang berkelanjutan dapat menguras energi tubuh sehingga bisa meningkatkan kerentanan terhadap masalah fisik.
Mengelola dan Mengatasi Stres
Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi stres adalah coping. Coping merupakan perilaku terlihat dan terssembunyi yang dilakukan seseorang untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan psikologi akibat kondisi yang penuh tekanan, menantang, membebani dan melebihi sumber daya yang dimiliki.

Strategi coping banyak dipengaruhi oleh budaya, pengalaman menghadapi masalah, kondisi lingkungan, dan kepribadian. Terdapat dua jenis metode coping yang bsia dilakukan, yakni :
1. Coping berpusat pada masalah
Metode yang mencoba mengubah sesuatu yang ada di lingkungan atau bagaimana orang tersebut bereaksi terhadap lingkungan. Metode ini cenderung dilakukan bila individu menilai masalah yang dihadapi masih bisa dikontrol. Misalnya ketika seseorang bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hariannya. Hal-hal yang bisa dilakukan yaitu, membuat to-do-list supaya pekerjaan lebih tertata, mencari dukungan dari teman atau profesional untuk berbagi cerita.
2. Coping berpusat pada emosi
Metode ini dilakukan bila individu merasa ngga bisa mengubah situasi yang membuatnya tertekan, seperti mencoba utnuk berpikir positif bila ada kejadian ngga terduga yang terjadi. Kamu bisa mengatasinya dengan melakukan hal untuk mengalihkan pikiranmu seperti meditasi, yoga, berolahraga, membersihkan rumah.
Yuk, temukan aktivitas yang cocok untuk mengatasi stres dan hadapi masalah dengan jalan keluar yang baik. Jika kamu merasa ngga bisa menghadapinya sendiri, jangan ragu utnuk menghubungi seorang profesional yang akan selalu siap membantu kamu.
Editor & Proofreader : Zafira Raharjanti STP
