Waspadai Efek Negatif Parental Burnout!

Buat para orang tua, mengasuh anak menjadi suatu kesenangan tersendiri, bukan? Tapi, ngga menutup kemungkinan proses mengasuh, mendidik, dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan anak acap kali menimbulkan stres tersendiri bagi orang tua. Bahaya ngga ya, perasaan stres tersebut untuk kesehatan orang tua? Yuk, simak tulisan berikut ini.

Mengenal Parental Burnout

dampak parental burnout
Foto: Unsplash.com

Sebagai orang tua, tentu ingin memberikan segalanya bagi anak mereka, bahkan hingga orang tua terkadang lupa dengan kebutuhan mereka sendiri. Nah, kondisi demikian sering sekali menimbulkan rasa lelah sebagai orang tua. Kelelahan tersebut juga sering menimbulkan perasaan bahwa orang tua sudah ngga memiliki sesuatu yang bisa mereka berikan kepada anaknya. Kondisi kelelahan yang demikian sering disebut dengan parental burnout.

Parental burnout bukanlah kondisi stres biasa, melainkan merupakan respon berkepanjangan dari stres kronis dan berlebihan dalam mengasuh anak. Ironinya, kondisi demikian sering sekali dianggap sebagai ‘kodrat’ orang tua dan merupakan bagian dari peran mereka dalam mengasuh anak.

Permasalahan lainnya muncul ketika orang tua merasakan kondisi demikian, mereka terkadang malu terhadap diri sendiri bahkan merasa ngga layak menjadi orang tua. Jika terus terjadi, berdampak hal tersebut bisa berdampak pada munculnya gangguan kesehatan.

Dampak negatif parental burnout

Parental burnout bisa mengakibatkan gangguan kesehatan seperti mudah lelah, mudah lupa, memiliki toleransi yang terbatas, mudah marah, bingung, stres yang mudah meningkat, dan sering merasa depresi. Kondisi demikian bisa berdampak buruk bagi kesehatan orang tua kelak!

efek negatif parental burnout
Foto: Unsplash.com

Parahnya, jika kondisi demikian berlarut-larut, tubuh bisa menjadi lebih rentan mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti ketidakseimbangan hormon, hipertensi, gangguan fungsi jantung, hingga diabetes.

Selain berdampak buruk bagi kesehatan orang tua, parental burnout juga sangat mempengaruhi koneksi antara orang tua dan anak, loh! Kondisi ini bisa mengakibatkan kamu sebagai orang tua akan sulit untuk membentuk hubungan yang baik dengan sang anak. Hati-hati ya, karena kondisi demikian bisa menjadi sangat buruk untuk perkembangan dan masa depan anak.

Siapa sih yang berisiko?

Ngga semua orang tua bisa mengalami parental burnout, bukan? Peneliti menemukan bahwa ada beberapa karakter orang tua yang memiliki risiko tinggi mengalami parental burnout.

  1. Orang tua yang bertujuan menjadi orang tua yang sempurna
  2. Orang tua yang memiliki kekurangan dalam manajemen emosi dan stres
  3. Orang tua yang ngga mendapatkan dukungan emosional dari pasangan dan lingkungannya
  4. Orang tua yang memiliki pengasuh anak yang kurang baik
  5. Orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus
  6. Orang tua dengan beban pekerjaan tinggi
Dukungan pasangan sangat penting untuk cegah parental burnout
Foto: Unsplash.com

Memang ngga gampang untuk menjadi orang tua yang baik, tapi apapun kondisinya mengenali diri sendiri dan mengetahui batasan-batasan diri bisa membantu kamu untuk terhindar dari parental burnout. Tentunya, upayamu untuk terhindar dari parental burnout bisa sangat sehat juga untuk keluarga dan buah hati tercinta! Salam sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti STP

Referensi

Grow by Webmd. What to Know About Parental Burnout
https://www.webmd.com/parenting/what-to-know-about-parental-burnout#1
Diakses pada 19 Juni 2021.

Mikolajczak, Moïra & Gross, James & Roskam, Isabelle. (2019). Parental Burnout: What Is It, and Why Does It Matter?. Clinical Psychological Science. 7. 10.1177/2167702619858430.
https://www.researchgate.net/publication/332402868_Parental_Burnout_What_Is_It_and_Why_Does_It_Matter
Diakses pada 19 Juni 2021.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.