Halo Sahabat Sehat! Tahukah kamu? Berdasarkan data tahun 2017 dari International Diabetes Federation, Indonesia menempati peringkat ke 6 dengan penderita diabetes terbanyak. Bahkan apabila ngga dilakukan tatalaksana yang tepat, WHO memperkirakan penderita diabetes di Indonesia bisa melonjak 2 kali lipat pada tahun 2030, dari 10,3 juta menjadi 21,3 juta penderita.
Pengobatan diabetes kadang ngga hanya mengandalkan obat medis, tetapi juga alternatif lain seperti penggunaan herbal. Mau tahu apa aja? Ini dia enam ekstrak herbal sebagai antidiabetes, simak penjelasannya!

Daun sirsak
Daun sirsak ini emang sudah familiar sebagai antidiabetes ya, Sahabat Sehat. Salah satu hasil studi di Journal of Ethnopharmacol, ternyata juga telah membuktikan hal ini. Hasil studi tersebut menyatakan bahwa pemberian ekstrak daun sirsak setiap hari dalam empat minggu dapat menurunkan kadar glukosa darah, loh! Meskipun begitu penelitian ini baru dilakukan pada hewan uji, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat hasilnya pada manusia.
Ekstrak pare
Ekstrak pare ternyata juga memiliki sifat antidiabetes yang juga bisa melindungi dari kerusakan sel beta pankreas sehingga menjaga produksi hormon insulin. Dalam studinya, Adriyana dkk. telah membuktikan bahwa ekstrak pare bisa menurunkan kadar glukosa darah pada hewan coba. Wah, meskipun dikenal memiliki rasa yang pahit ternyata pare punya banyak manfaat, ya!
Daun sambiloto
Daun dari tanaman dengan nama latin Andrographis paniculata ini juga berpotensi untuk mengatasi diabetes, loh! Salah satu studi dari hasil review 20 penelitian yang dilakukan sejak tahun 2000-2021, ekstrak daun sambiloto ternyata berperan cukup baik sebagai antidiabetes. Hal ini dikarenakan adanya kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, adrografin, andrografolid penikulin dan lainnya.

Kulit pisang ambon
Ternyata ngga hanya buahnya yang berguna, kulit buah pisang juga bermanfaat. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2015 telah membuktikan, bahwa efek antidiabetes bisa didapatkan secara efektif dengan pemberian ekstrak air kulit buah pisang ambon dosis 400 mg/kg BB terhadap hewan coba. Meskipun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat efeknya pada manusia, ekstrak ini berpotensi untuk dijadikan terapi bagi orang yang mengalami hiperglikemia. Kok bisa? Hal ini dikarenakan adanya zat bioaktif tanin, saponin, flavonoid, dan fenolik pada kulit pisang ambon mencegah kerusakan oksidatif dan mengontrol kadar glukosa darah.
Daun insulin
Tanaman ini memiliki nama yang serupa dengan hormon pengatur kadar glukosa darah, yakni insulin. Daun insulin atau yang juga dikenal sebagai yakon mengandung senyawa flavonoid, fenol, asam ferulat, dan fruktooligosakarida yang dapat berperan sebagai antidiabetes. Menurut hasil studi dalam Medical Journal of Lampung University, minum satu gelas air rebusan daun insulin sebanyak 2—3 kali sehari, bisa membuat kadar glukosa dalam darah lebih terkontrol.
Bagaimana Sahabat Sehat? Sudah tahu kan apa saja tanaman yang memiliki efek antidiabetes? Tapi perlu diingat bahwa konsumsi semacam ini juga ngga bisa sembarangan, jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, ya!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
