Macam Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah

pemeriksaan kadar glukosa darah
Foto: Freepik.com

Sahabat Sehat, asupan makan, latihan fisik, konsumsi obat, atau penyakit tertentu dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan penyakit akut, kronis, hingga mengancam nyawa. Oleh karena itu, memeriksanya secara rutin penting untuk dilakukan. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memantau kadar glukosa darah. Yuk, simak penjelasan berikut!

Tes Glukosa Darah Sewaktu

Tes glukosa darah sewaktu dapat dilakukan kapan saja tanpa harus berpuasa terlebih dahulu. Pemeriksaan ini hanya memberikan gambaran akan kadar glukosa darah seseorang pada satu waktu tertentu. Tes pengukuran glukosa darah sewaktu bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan mengambil dari pembuluh darah kapiler di ujung jari atau dari pembuluh darah vena. Metode analisis dari keduanya berbeda, pengukuran dengan darah yang diambil dari pembuluh darah vena lebih akurat dibandingkan dengan darah dari pembuluh darah kapiler. Jika hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu ≥200 mg/dl kamu terindikasi mengalami diabetes.

Tes Glukosa Darah Puasa

Tes glukosa darah puasa dilakukan setelah ngga mengonsumsi sumber energi selama setidaknya 8 jam. Pemeriksaan ini memberikan gambaran kadar glukosa darah pada satu waktu tertentu yang ngga dipengaruhi oleh asupan makanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, kadar glukosa darah ≤99 mg/dl menandakan normal, 100 – 125 mg/dl menandakan prediabetes, sementara ≥126 mg/dl menandakan diabetes.

Tes Glukosa Darah 2 Jam Post-Prandial

Tes glukosa darah 2 jam post-prandial disebut juga tes glukosa darah 2 jam setelah makan atau oral glucose tolerance test (OGTT). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan tubuh memetabolisme glukosa. Prosedur pemeriksaan ini diawali dengan pemeriksaan glukosa darah puasa sebelumnya, kamu diharuskan berpuasa atau ngga mengonsumsi sumber energi selama setidaknya 8 jam sebelum diperiksa.

Setelahnya, kamu akan diminta untuk meminum larutan air berisi 75 gram glukosa anhydrous. Pemeriksaan kadar glukosa darah kemudian dilakukan kembali 1 jam, 2 jam, dan sekiranya 3 jam setelah larutan glukosa tersebut diminum. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, kadar glukosa darah ≤140 mg/dl menandakan normal, 140 – 199 mg/dl menandakan prediabetes, sementara ≥200 mg/dl menandakan diabetes.

pemeriksaan kadar glukosa darah
Foto: Freepik.com

Tes HbA1C

Tes HbA1C merupakan salah satu pemeriksaan kadar glukosa darah secara ngga langsung. Tes ini memeriksa persentase jumlah glukosa yang menempel pada hemoglobin dalam sel darah merah dan membentuk hemoglobin terglikasi. Semakin tinggi kadar glukosa dalam darah, semakin tinggi pula jumlah hemoglobin terglikasi. Hemoglobin terglikasi tersebut akan terus ada sepanjang umur sel darah merah, yakni 60 – 120 hari.

Oleh karenanya, tes HbA1C dapat memberikan gambaran tren kadar glukosa darah seseorang selama 2 – 4 bulan sebelumnya. Hasil dari pemeriksaan ini cenderung stabil dan ngga dipengaruhi oleh faktor pemengaruh glukosa darah harian seperti stres, asupan makan, dan penyakit tertentu. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, kadar HbA1C ≤5,7% menandakan normal, 5,7 – 6,4% menandakan prediabetes, sementara ≥6,5% menandakan diabetes. 

Cara yang paling umum dijadikan acuan untuk penentuan diagnosis diabetes, yaitu tes glukosa darah puasa, glukosa darah 2 jam post-prandial, dan HbA1C. Kalau Sahabat Sehat memiliki hasil pemeriksaan kadar glukosa darah yang ngga normal, jangan lupa segera konsultasikan ke dokter, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

American Diabetes Association. 2020. 2. Classification and Diagnosis of Diabetes: Standards of Medical Care in Diabetes. Diabeters Care, 43(Suppl. 1): S14-S31. https://care.diabetesjournals.org/content/43/Supplement_1/S14.full-text.pdf

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2021. Diabetes Tests. https://www.cdc.gov/diabetes/basics/getting-tested.html. Diakses pada 12 November 2021.

Diabetes.co.uk. 2019.  Random Plasma Glucose Test. https://www.diabetes.co.uk/random-plasma-glucose-test.html. Diakses pada 12 November 2021.

Mathew, T.K. dan Tadi, P. 2021. Blood Glucose Monitoring. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555976/. Diakses pada 12 November 2021.

Sacks, D.B. 2011. A1C Versus Glucose Testing: A Comparison. Diabetes Care, 34(2): 518-523. https://care.diabetesjournals.org/content/34/2/518.full-text.pdf 

Sherwani, S.I., Khan, H.A., Ekhzaimy, A., Masood, A., dan Sakharkar, M.K. 2016. Significance of HbA1c Test in Diagnosis and Prognosis of Diabetic Patients. Biomarker Insights, 11: 95-104. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4933534/

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.