Apa itu Garam Himalaya?

Sahabat Sehat, bagi sebagian besar masyarakat garam tentunya sudah menjadi bumbu wajib dalam tiap masakan. Tanpa garam, makanan akan terasa hambar. Selain memberikan rasa asin, garam juga bermanfaat sebagai pengawet, contohnya dalam pembuatan ikan asin dan peda. Garam yang biasa dikenal adalah garam dapur atau garam yang berasal dari air laut, tapi tahukah kamu bahwa ada juga garam yang diperoleh dari gunung, seperti garam himalaya? Yuk, cek informasi berikut!

apa itu garam himalaya
Foto: Freepik.com

Garam himalaya vs garam dapur

Garam sebenarnya bisa didapatkan dengan tiga cara antara lain, penguapan air laut, penambangan batuan garam, dan dari sumur air garam. Garam dapur yang paling banyak digunakan biasanya berupa garam dari hasil penguapan air laut dan pemurnian. Garam dapur mengandung minimal 94% natrium klorida (NaCl) dan yodium yang ditambahkan dalam pembuatannya. 

Garam himalaya merupakan garam yang didapat dari hasil penambangan di pegunungan Himalaya. Berbeda dengan garam dapur biasa, garam ini memiliki warna pink akibat kandungan mineralnya. Warnanya tersebut membuat garam ini sering juga disebut garam pink himalaya.

garam himalaya dan manfaatnya
Foto: Freepik.com

Kandungan dan manfaat garam himalaya

Selain mengandung natrium klorida, garam himalaya juga mengandung 84 dari 92 mineral yang dibutuhkan tubuh, antara lain, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, mangan, dan zink. Kandungan natrium klorida pada garam himalaya lebih rendah dibanding garam dapur biasa, sehingga memiliki rasa yang ngga terlalu asin. Garam himalaya juga ngga melalui proses pemurnian sehingga kandungan mineralnya tetap terjaga. 

Garam himalaya punya banyak manfaat kesehatan seperti membantu proses pencernaan, mampu menyeimbangkan pH tubuh, membantu penyerapan mineral, serta mengatur kadar kolesterol. Larutan air garam himalaya juga punya banyak khasiat seperti meredakan artritis, rematik, dan batu ginjal. Berkumur dengan larutan air garam ini juga bisa membantu meredakan sakit tenggorokan dan gangguan pernapasan. Bukan cuma itu, garam ini juga sering digunakan untuk memutihkan gigi dan menghilangkan bau mulut.

Garam himalaya untuk kesehatan kulit

Ngga hanya baik untuk kesehatan tubuh, garam ini juga bisa digunkan untuk menjaga kesehatan kulit karena punya efek detoks. Garam himalaya mampu membersihkan kulit hingga ke pori-pori dan mengangkat sel-sel mati di kulit sehingga membuat kulit menjadi lebih cerah, halus, dan kencang. Bahkan kamu bisa berendam di air garam himalaya untuk membuat meningkatkan sirkulasi dalam tubuh, karena diketahui mampu membuat penyerapan mineral dalam tubuh lebih baik. 

Wah, ternyata garam himalaya bukan hanya sekadar garam biasa, tapi punya banyak manfaat. Mulai dari manfaat untuk kesehatan, hingga kecantikan kulit. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Fayet-Moore, F., Wibisono, C., Carr, P., Duve, E., Petocz, P., Lancaster, G., McMillan, J., Marshall, S., dan Blumfield, M. 2020. An Analysis of the Mineral Composition of Pink Salt Available in Australia. Foods. https://mdpi-res.com/d_attachment/foods/foods-09-01490/article_deploy/foods-09-01490-v3.pdf diakses pada 29 Oktober 2021. 

Herman dan Rusli, R. 2012. Analisis Kandungan Garam Gunung Asal Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. J. Trop. Pharm. Chem. https://jtpc.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jtpc/article/download/38/39 diakses pada 29 Oktober 2021.

Sarker, A., Ghosh, A., Sarker, K., Basu, D., dan Sen, D. J. 2016. Halite; The Rock Salt: Enormous Health Benefits. World Journal of Pharmaceutical Research. https://saltcavenz.co.nz/assets/public/images/uploaded/1601542011/dhrubo-jyoti-sen-halite-the-rock-salt-enormous-health-benefits-2016.pdf diakses pada 29 Oktober 2021.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.