Hai, Sahabat Sehat! Memasuki musim penghujan, tubuh rawan terjangkit flu dan batuk. Peningkatan daya tahan tubuh sangat perlukan. Apalagi ancaman virus Covid-19 yang masih mengahntui. Nah, untuk menghangatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, kamu bisa membuat makanan atau minuman penghangat. Perpaduan rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, sereh, dan bahan lainnya ternyata bisa menjadi minuman hangat dan menyehatkan. Yap, salah satunya wedang uwuh. Ingin tahu lebih banyak mengenai minuman satu ini? Yuk, Cari tahu secara lengkap, Check it out!

Mengenal wedang uwuh
Minuman asli Yogyakarta ini memiliki nama yang unik. Kata “wedang” dan “uwuh” yang berasal dari Bahasa Jawa berarti “minuman” dan “sampah”. Tapi, bukan sampah dalam arti sesungguhnya ya. Maksudnya, minuman ini terdiri dari beberapa campuran rempah, seperti jahe, kayu secang, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan gula batu. Biasanya, rempah-rempah yang menjadi bahan dasar tadi ikut disajikan dalam gelas sehingga nampak berantakan seperti sampah. Jadilah, minuman ini dikenal dengan “wedang uwuh”. Meskipun begitu, minuman ini punya warna yang cantik loh!
Manfaatnya apa saja sih?
Beragam rempah yang digunakan sebagai bahan wedang uwuh memiliki berbagai manfaat. Salah satu ciri khas dari minuman ini yaitu memiliki warna merah yang berasal dari kayu secang. Ngga hanya memberi warna, kayu secang ternyata memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Begitu pula dengan jahe, selain mampu menghangatkan tubuh juga memiliki aktivitas antioksidan. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa senyawa bioaktif 6-gingerol pada jahe memiliki kemampuan sebagai antivirus dan antiinflamasi, serta berpotensi dapat meningkatkan imunitas tubuh. Juga bahan lainnya yang terdapat dalam wedang uwuh telah banyak digunakan sebagai obat tradisional.
Berdasarkan penelitian pada hewan percobaan, pemberian wedang uwuh berpengaruh pada penurunan kadar glukosa dan mampu mengontrol peningkatan berat badan tikus yang dibuat obesitas. Minuman kayu secang bersifat antidiabetes yang bisa meningkatkan penyerapan glukosa pada otot dan jaringan adiposa. Kayu manis juga mampu menurunkan kadar glukosa darah postprandial (glukosa darah 2 jam setelah makan) loh!

Cara membuatnya
Wedang uwuh dibuat dari serutan kayu secang kering, jahe, daun pala kering, daun kayu manis, beberapa butiran ranting cengkeh, cengkeh, daun cengkeh, gula pasir secukupnya, dan air. Nah, untuk proses pembuatannya terbilang cukup sederhana, kamu hanya perlu mencampurkan bahan dalam air dan merebusnya selama kurang lebih 10 -15 menit.
Berikut bahan beserta takarannya yang bisa kamu gunakan sebagai patokan utnuk membuat wedang uwuh, Sahabat Sehat! Serutan kayu secang 40 gram, gula batu atau gula pasir 50 gram, jahe yang digeprek 6 cm, daun kayu manis kering 2 lembar, daun cengkeh kering 3 lembar, daun pala kering 3 lembar, cengkeh 10 butir, dan air 700 ml.
Nah, ngga hanya sebagai penghangat tubuh di kala musim hujan, Sahabat Sehat jadi tahu kalau minuman tradisional wedang uwuh juga memiliki banyak manfaat, iya kan? So, tunggu apa lagi, kamu sudah tahu manfaat sampai cara membuatnya, jadi selamat mencoba! Keep healthy and happy!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
