Delusi merupakan gangguan kesehatan mental yang banyak dijumpai. Belakangan ini kesehatan mental sangat perlu diperhatikan terkait dengan dampak pandemi di kehidupan masyarakat. Gangguan kesehatan mental sendiri sangat banyak loh jenisnya. Delusi menjadi salah satu kondisi gangguan mental yang sering dijumpai. Lalu, apa itu delusi? Cek tulisan berikut yuk!
Apa itu delusi?
Delusi merupakan gangguan kesehatan mental yang cukup serius. Kondisi ini sering dikenal dengan paranoid. Seseorang yang mengalami delusi ngga mampu membedakan sesuatu yang nyata dengan hayalan yang ada dalam bayangan mereka. Kemunculan delusi dikaitkan dengan gejala psikosis pada seseorang. Psikosis sendiri merupakan kondisi ketika penderitanya mengalami kesulitan dalam membedakan kenyataan dan imajinasi.
Delusi menyebabkan orang merasa sering diikuti, akan diracuni, ditipu, dilawan orang lain hingga kurang dicintai, dan sebagainya. Meskipun terdapat tanda gangguan tersebut, seseorang yang mengalami delusi masih mampu bersosialisasi dengan baik terlepas dari subyek delusi yang dialami.

Apa penyebab delusi?
Penyebab munculnya gangguan mental ini belum diketahui secara pasti. Tetapi, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa terdapat tiga macam kemungkinan yang bisa menyebabkan munculnya delusi.
Faktor genetik
Dugaan genetik menjadi salah satu faktor penyebab munculnya delusi, karena ditemukannya orang yang mengalami kondisi ini memiliki beberapa anggota keluarga dengan riwayat kondisi serupa. Delusi juga ternyata sangat mungkin diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak, loh.
Faktor biologis
Munculnya gejala delusi juga disebabkan oleh kondisi ketidakseimbangan susunan sel otak. Lebih tepatnya terjadi gangguan pada neurotransmitter atau senyawa kimia dalam tubuh yang bertugas untuk menyempaikan pesan antar sel saraf. Kondisi ini menyebabkan pengiriman pesan dari sel saraf ke sel saraf pusat (otak) menjadi terganggu, sehingga berdampak pada berkembangnya gejala delusi.
Faktor lingkungan
Pengaruh lingkungan juga ngga kalah penting, loh Sahabat Sehat! Kondisi stres, konsumsi alkohol berlebih dan penggunaan obat-obatan terlarang sangat berpotensi terhadap munculnya gejala delusi. Ini dikarenakan kebiasaan tersebut berisiko menyebabkan kerusakan pada sel saraf.
Gejala delusi
Seseorang yang mengalami delusi, biasanya menunjukkan gejala yang bisa diamati seperti kondisi emosional yang mudah tersinggung maupun mudah marah. Mereka juga sering berhalusinasi, muali dari melihat, mendengar, hingga merasakan hal-hal yang sebenarnya ngga ada.
Treatment bila mengalami delusi
Penanganan bagi mereka yang mengalami delusi biasanya dilakukan melalui pengobatan dan terapi perilaku kognitif. Melakukan komunikasi dengan dokter sangatlah penting. Membangun hubungan yang baik antara pasien dengan dokter akan mempermudah pengobatan.
Selain itu, seseorang yang mengalami delusi sangat membutuhkan hubungan saling percaya antara dirinya dengan orang-orang terdekatnya. Kepercayaan yang dibangun dengan lingkungannya akan membantu mengurangi pikiran dan ketakutan yang ngga rasional, serta mampu meningkatkan keterampilan sosial.
Kesehatan mental sangat perlu diperhatikan, ya Sahabat Sehat! Kamu bisa berperan di dalamnya dengan membantu kerabat yang terindikasi mengalami delusi untuk mendapatkan konseling atau pengobatan dari dokter supaya kesehatannya bisa membaik. Kamu juga bisa menjadi orang terdekat yang dipercaya supaya proses penyembuhan bisa berjalan dengn optimal. Salam Sehat!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
