Tips Atasi Separation Anxiety pada Anak

Biasanya, anak-anak menjadi rewel ketika jauh dari orang tua. Tapi, pernahkah kamu menemui anak yang merasa takut atau cemas berlebihan ketika terpisah dari orang tua atau pengasuh? Bisa saja ini menjadi salah satu tanda separation anxiety. Sahabat Sehat, untuk membantu anak yang mengalami separation anxiety, ada beberapa cara bisa kamu lakukan, silahkan baca artikel ini sampai selesai ya!

tips mengatasi separation anxiety
Foto: Unsplash.com

Apa itu separation anxiety?

Separation anxiety merupakan kondisi ketika anak-anak menjadi takut, cemas, dan khawatir ketika berada jauh dari rumah atau orang-orang terdekat mereka, seperti orang tua atau pengasuh. Salah satu contohnya, yakni ketika anak pertama kali masuk sekolah tanpa ditunggu atau ditemani.

Kebanyakan kasus separation anxiety ini mulai terjadi saat usia 8 bulan dan mencapai puncaknya saat anak berusia 14-18 bulan. Kecemasan ini merupakan bagian normal dari tumbuh kembang anak, sehingga rata-rata semua anak juga akan mengalaminya.

Cara membantu anak dengan separation anxiety

Sahabat Sehat, kalau kamu melihat anak yang mengalami separation anxiety saat akan ditinggal, kamu bisa membantu meredakan kecemasan mereka dengan melakukan beberapa cara berikut.

Ceritakan perpisahan yang ngga menakutkan

Supaya anak ngga takut saat akan ditinggal, kamu bisa membacakan cerita fabel atau dongeng tentang perpisahan dengan akhir yang baik. Kalau ngga menemukan ceritanya, kamu juga bisa loh mengarang cerita sendiri.

Misalnya, tentang anak kelinci yang ditinggal ibunya mencari makanan lalu dia bertemu teman baru. Cara ini bisa membuat anak lebih tenang karena dia jadi punya gambaran yang lebih positif tentang perpisahan.

tips mengatasi separation anxiety
Foto: Pixabay.com

Penuhi janji untuk kembali

Supaya ngga takut, anak-anak perlu kepercayaan kalau nanti orang tua akan kembali pada mereka. Kamu bisa membuat janji untuk kembali menjemput mereka pada jam tertentu. Pastikan kamu memenuhi janji ini dengan tepat waktu ya, supaya nantinya anak ngga bertambah takut dan cemas saat ditinggal.

Biarkan anak membawa barang kesukaannya

Beberapa anak terkadang memiliki barang atau benda kesukaan yang bisa membuat mereka merasa lebih tenang, misalnya mainan, selimut, atau bantal. Pada masa-masa awal, kamu bisa membiarkan anak membawa barang favorit supaya mereka merasa lebih aman. Jika sudah mulai terbiasa, kamu bisa perlahan melatih anak untuk ngga perlu membawanya lagi.

Jangan mengulur waktu kepergian

Saat akan pergi, sebaiknya langsung bilang pada anak kalau kamu akan pergi dan nanti akan kembali lagi. Hindari mengulur-ulur waktu karena anak bisa merasa lebih cemas dan menganggap ini adalah masalah yang besar.

Supaya anak ngga kaget, kamu juga bisa pergi setelah memastikan anak sudah menemukan aktivitas menyenangkan yang bisa mengalihkan rasa cemas dan takutnya. Misalnya, saat anak sudah menemukan teman atau mainan baru. Cara ini bisa membantu untuk mencegah anak bereaksi berlebihan saat akan ditinggal.

Beri pujian pada anak

Terakhir, jangan lupa beri pujian pada anak ketika sudah berhasil mengatasi rasa takutnya. Ini bisa membuat mereka lebih percaya diri ketika nanti akan ditinggal lagi.

Sahabat Sehat, separation anxiety ini gejalanya ngga parah kok. Walaupun intensitasnya yang dialami oleh tiap anak bisa berbeda-beda, dengan strategi dan penanganan yang baik dari orang tua, rasa takut anak bisa perlahan dihilangkan.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Raisingchildren.net.au. 2020. Separation Anxiety in Babies and Children. https://raisingchildren.net.au/babies/behaviour/common-concerns/separation-anxiety. Diakses pada 20 Desember 2021

WebMD. 2020. Separation Anxiety Disorder. https://www.webmd.com/parenting/separation-anxiety#1. Diakses pada 20 Desember 2021

HelpGuide. 2021. Separation Anxiety and Separation Anxiety Disorder. https://www.helpguide.org/articles/anxiety/separation-anxiety-and-separation-anxiety-disorder.htm. Diakses pada 20 Desember 2021 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.