Budaya Membaca bagi Kesehatan Mental Anak

manfaat membaca bagi anak
Foto: Freepik.com

Sahabat Sehat, memperingati International Children’s Book Day tak lengkap rasanya tanpa membahas manfaat buku. Diketahui manfaat edukasional dari membaca adalah mendorong kreativitas, mengembangkan keterampilan literasi dan meningkatkan pembelajaran. Tapi, tahukah kamu kalau buku juga bermanfaat bagi kesehatan mental anak-anak?

Isu yang dihadapi anak sekarang ini

Sejak kecil, anak mungkin sudah menghadapi tekanan di sekolah, situasi rumah tak kondusif, dan perasaan terisolasi dalam adaptasi sosial. Layanan Kesehatan Nasional Britania Raya atau NHS telah melakukan survei pada anak dan remaja di Inggris usia 5 – 19 tahun mengenai hubungan membaca dan kesehatan mental.

Ditemukan 1 dari 8 (12,8%) anak mengalami gangguan kesehatan mental, dengan gangguan emosi menjadi kasus tertinggi. Penelitian National Literacy Trust pada 2018 menunjukkan bagaimana peningkatan literasi berdampak positif pada kesejahteraan mental. Anak yang rajin membaca memiliki tingkat kesehatan mental tiga kali lebih baik daripada anak yang ngga terlibat dalam kegiatan literasi.

Lock down dan pandemi Covid-19 yang terjadi berimbas besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk memberi tekanan baru bagi anak yang harus beradaptasi dengan keadaan. Survei National Literacy Trust di 2020 menyebutkan bahwa buku dan membaca dinilai memberikan perlindungan dan kenyamanan di masa sulit ini, mendukung kesejahteraan mental anak dan memungkinkan untuk lebih optimis dengan masa depan. Berikut ini berbagai manfaat membaca bagi kesehatan mental anak

manfaat membaca bagi anak
Foto; Freepik.com

Kecerdasan emosional dan kepercayaan diri

Buku dapat membantu anak memahami dan mengelola emosi yang kompleks. Melalui sebuah cerita, mereka belajar mengenali apa yang terjadi di dalam diri saat berempati dengan karakter yang mengalami situasi serupa. Ini bisa mendatangkan perasaan bahwa mereka ngga sendiri menghadapi masalah sulit. Buku dapat memainkan peran terapeutik dengan menciptakan ruang yang aman bagi anak, sehingga dapat mengeksplorasi emosi dan kerentanan dari plot cerita serta belajar dari karakter cerita.

Memperkaya wawasan dan pendewasaan

Membaca tentang kehidupan dan memahami karakter yang berbeda, mendorong anak belajar terhubung dan lebih memahami orang-orang di sekitar mereka. Anak menjadi lebih sadar terhadap keragaman budaya, latar belakang, dan pengalaman hidup orang lain. Hal ini mendorong anak untuk keluar dari zona nyaman dan memperluas wawasan, secara perlahan mendorong berpikir lebih dewasa.

Komunikasi

Buku merupakan pengalaman interaktif untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan bahasa anak. Seiring bertambahnya usia, kemampuan literasi akan membuat anak memiliki kosakata lebih luas, sehingga bisa berkomunikasi dengan nyaman dan lebih percaya diri.

Kreativitas, pelarian, dan kesenangan

Membaca bisa menjadi sarana pelarian dari pemikiran negatif dan beratnya realita. Bagi anak, berbagai pilihan buku dan genre bisa menjadi ruang tanpa batas untuk dijelajahi.

Di masa pandemi Covid-19, membaca menjadi solusi positif kesehatan mental anak. Data National Literacy Trust yang melibatkan 58.346 anak usia 9-18 tahun di Inggris menyebutkan, 3 dari 5 (59,3%) anak menyatakan bahwa membaca membuat perasaan lebih baik selama lock down. Sebanyak 3 dari 10 responden menyatakan membaca mengalihkan kesedihan karena terpisah dari orang terdekat. Ngga hanya itu, 50,2% responden juga menyatakan membaca menyemangati mereka untuk bermimpi akan masa depan lebih baik.

Sahabat Sehat, manfaat buku bagi kesehatan mental tak terbatas pada anak, bisa juga ini baik buat kamu loh!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Anonim. 2019. 5 ways reading together can support children’s wellbeing. https://www.booktrust.org.uk/news-and-features/features/2019/september/5-ways-reading-together-can-support-childrens-wellbeing/. Diakses 31 Maret 2022.

Boucher, A., Harrison, C., and Giovanelli, M. 2020. How reading habits have changed during the COVID-19 lockdown. https://theconversation.com/how-reading-habits-have-changed-during-the-covid-19-lockdown-146894. Diakses 31 Maret 2022.

Clark, C. and Teravainen-Goff, A. 2018. How children and young people’s mental wellbeing is related to their reading and writing experiences. https://literacytrust.org.uk/research-services/research-reports/mental-wellbeing-reading-and-writing/. Diakses 31 Maret 2022.

Clark, C. and Picton, I. 2020. Children and young people’s reading in 2020

before and during the COVID-19 lockdown. https://literacytrust.org.uk/research-services/research-reports/children-and-young-peoples-reading-in-2020-before-and-during-the-covid-19-lockdown/. Diakses 31 Maret 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.