Kenali Risiko Gangguan Pendengaran di Usia Muda

Tahukah Sahabat Sehat? WHO melansir 6,1% atau 466 juta orang dari populasi dunia mengalami gangguan pendengaran, apakah kamu salah satunya? 

Gangguan pendengaran menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia, karena faktor usia membuat beberapa orang mengalami perubahan organ pendengaran. Tapi yang masih muda juga bisa mengalami gangguan pendengaran, loh! Yuk kenali risiko gangguan pendengaran yang umum! Let’s check this out!

penyebab gangguan pendengaran pada usia muda
Foto: Pexels.com

Volume earphone 

Penggunaan earphone sering digunakan untuk tujuan tertentu, seperti mendengarkan musik dengan lebih jelas. Tetapi apa dampaknya jika intensitas suara terlalu tinggi?  Noise induce hearing loss atau kehilangan kemampuan mendengar karena bising. 

Menurut WHO, dilansir Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, lebih dari satu miliar anak muda berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan. Normalnya, telinga manusia mampu menerima maksimal hingga 85 desibel. Faktanya desibel yang dihasilkan dari earphone bisa mencapai 95 hingga 110 desibel.

Menurut audiologi Houston, K penggunaan earphone dengan volume tinggi bisa meningkatkan kerusakan telinga, sehingga disarankan mengurangi volume hingga 60 persen. Begitu pula menurut dokter Neal Jackson, neurologist dan spesialis telinga yang menyarankan penggunaan earphone pada satu sisi telinga saja dengan batas waktu satu jam, lalu ganti penggunaanya pada sisi telinga lainnya.

Merokok

Menurut lembaga survei WHO Global Youth Tobacco Survey pada 2019, ada 18,8% anak murid yang merokok tembakau, bahkan data Riskesdas menunjukkan peningkatan penggunaan rokok pada anak-anak. 

Zat berbahaya pada rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dapat mengganggu suplai oksigen pada organ pendengaran koklea. Tak hanya itu zat aktif lainnya juga bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran.  Apakah hal ini juga berlaku pada perokok pasif? Yap, namun belum jelas apakah risiko yang ditimbulkan sama, lebih rendah, atau justru lebih parah dibandingkan dengan perokok aktif.

gangguan pendengaran pada usia muda
Foto: Pexels.com

Lingkungan kerja yang bising

Lingkungan kerja kadang menghasilkan suara bising yang cukup tinggi, seperti pada pekerja industri atau marshaller (juru parkir pesawat) yang mendapat gangguan bising dari kerja mesin. Penelitian Putri, B.A, dkk dalam Jurnal Kesmas Jambi melansir pada sekelompok marshaller yang terpapar bising 91,4 desibel, didapati 2 dari 3 marshaller mengalami gangguan pendengaran.

Lalu, bagaimana lingkungan kerja Sahabat Sehat? Jika bising, maka kamu patut waspada sistem pendengaran terganggu. Tentunya hal semacam ini telah diatur dengan peraturan tenaga kerja yang berlaku.

Tak perlu panik, ikuti penggunaan alat pelindung diri yang disediakan tempat kerja kamu. Jika berisiko terhadap gangguan pendengaran, pastikan kamu disiplin menggunakan pelindung telinga ya, Sahabat Sehat! Pada peringatan worldwide hearing day kali ini, WHO juga menghimbau supaya masyarakat meningkatkan kesadaran serta dapat menjaga kesehatan telinga, to hear for life, listen with care!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Administrator Perhimpunan Dokter Umum Indonesia. 2020. Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia. https://www.pdui-pusat.org/detailpost/hari-kesehatan-telinga-dan-pendengaran-sedunia.  Diakses 28 Februari 2022

Houston, K. 2018. Earbuds and Hearing Loss. Youtube, Rush University System of Health.  https://youtu.be/2xl3VytepVg. Diakses 28 Februari 2022

Jackson Neal, 2020. The Danger of earbuds and earphone. Youtube Tulanemedica. https://youtu.be/CThQoYuj_2Y. Diakses 28 Februari 2022

Kemenkes RI, 2020. Peringatan HTTS 2020 : Cegah Anak dan Remaja Indonesia dari ”Bujukan”. Rokok dan Penularan COVID-19. https://www.kemkes.go.id/article/view/20053100002/peringatan-htts-2020-cegah-anak-dan-remaja-indonesia-dari-bujukan-rokok-dan-penularan-covid-19.html. Diakses 28 Februari 2020

Ningsih, D. L., Marliyawati, D., & Yunika, K. (2018). Pengaruh merokok terhadap gangguan pendengaran pada usia dewasa muda. DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO), 7(2), 1380-1390. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/21285. Diakses 28 Februari 2022

Putri, B. A., Halim, R., & Nasution, H. S. (2021). Studi Kualitatif Gangguan Pendengaran Akibat Bising/Noise Induced Hearing Loss (NIHL) Pada Marshaller Di Bandar Udara Sultan Thaha Kota Jambi Tahun 2020. Jurnal Kesmas Jambi, 5(1), 41-53. https://online-journal.unja.ac.id/jkmj/article/view/12400/10779. diakses 28 Februari 2022

World Health Organization. 2019. 2019 GYTS Fact Sheet Indonesia https://cdn.who.int/media/docs/default-source/ncds/ncd-surveillance/data-reporting/indonesia/indonesia-gyts-2019-factsheet-(ages-13-15)-(final)-508.pdf?sfvrsn=8e5ae2d2_1&download=true. Diakses 28 Februari 2022 

World Health Organization. 2022. https://www.who.int/news-room/events/detail/2022/03/03/default-calendar/world-hearing-day-2022-to-hear-for-life-listen-with-care.Diakses 28 Februari 2022 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.