Tumpas Konstipasi dengan Cara Sederhana

cara mengatasi konstipasi
Foto: Freepik.com

Sahabat Sehat, pernahkah kamu mengalami konstipasi atau sembelit? Tentu kondisi ini sangat mengganggu karena membuat perut yang terasa penuh tapi sulit sekali mengeluarkan kotoran di dalamnya. Kadang konstipasi sampai bisa bikin stress loh! Yuk, kenalan dengan konstipasi dan cara sederhana untuk mengatasinya.

Apa itu konstipasi?

Permasalahn konstipasi sejatinya bukan permasalahan yang serius selama ngga menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Kontisipasi merupakan keadaan ketika mengalami kesulitan dalam mengeluarkan tinja atau kotoran akibat adanya kelainan struktural dan fungsional.

Konstipasi yang paling sering terjadi adalah jenis konstipasi fungsional yang berkaitan dengan adanya gangguan pada motilitas atau gerakan usus. Keluhan yang paling sering dialami saat kamu mengalami konstipasi, yaitu proses mengedan sangat kuat, ketidakmampuan melakukan defekasi (pengeluaran sisa pencernaan) saat diinginkan, defekasi yang jarang, dan tinja yang keras seperti batu.

Kejadian komplikasi akibat konstipasi juga mungkin terjadi, kalau kondisi ini ngga segera diatasi dengan tepat. Komplikasi yang paling sering terjadi seperti inkontinesia alvi, perdarahan per rektum, fecal impacted, prolapses uteri, serta fisura ani atau robekan pada bagian luar anus.

Rentan dialami anak dan ibu hamil

Sekitar 3% anak usia pra-sekolah dan 1-2% anak usia sekolah pernah mengalami konstipasi. Kejadian konstipasi pada usia pra-sekolah bisa dialami anak laki-laki maupun perempuan, namun saat memasuki usia sekolah anak laki-laki memiliki kecenderungan untuk mengalami konstipasi dibanding anak perempuan.

Kehamilan juga merupakan salah satu faktor penyebab sistemik dari kejadian konstipasi. Diperkirakan 11-38% perempuan hamil mengalami konstipasi, hal ini bisa berkaitan dengan faktor hormonal, perubahan diet yang salah, serta proses pertumbuhan janin dan rendahnya aktifitas fisik selama hamil.

makanan kaya serat
Foto: Freepik.com

Cara Mengatasinya

Cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi konstipasi yaitu meningkatkan asupan cairan, serat serta meningkatkan aktifitas fisik. Menghindari porsi makan besar 3 kali sehari dan menggantinya dengan porsi kecil namun sering. Sealin itu, juga disaranakan untuk menghindari ketegangan psikis seperti stress dan cemas, serta ngga menahan keinginan untuk BAB. Pemberian probiotik seperti yoghurt juga dianjurkan untuk memperbaiki keseimbangan dari flora usus dan memperbaiki fungsi pencernaan.

Konsumsi serat juga perlu ditingkatkan. Kamu dianjurkan untuk mengonsumsi serat sekitar 20-30 gram per hari. Serat yang dikonsumsi berupa serat larut yang mengalami fermentasi di usus besar, dengan begitu proses pengosongan lambung bisa diperlambat. Tapi, sebaiknya juga ngga mengonsumsi serat dalam jumlah terlalu besar secara bersamaan karena akan menyebabkan kembung.

Selain itu, jangan lupa untuk minum cukup air. Pada pagi hari setelah bangun tidur, kamu dianjurkan minum segelas air untuk merangsang defekasi atau pengeluaran sisa hasil pencernaan.

Nah, Sahabat Sehat ngga sulit kan untuk mencegah dan mengatasi konstipasi? Tapi jika kamu menemukan gejala lainnya, atau jika kondisinya sudah sulit teratasi, jangan ragu untuk meminta pertolongan ke petugas kesehatan, ya!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Konstipasi Fungsional. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/897/830 .Diakses Pada 9 April 2022

Konstipasi dan Kehamilan. http://jik.fk.unri.ac.id/index.php/jik/article/viewFile/58/55. Diakses Pada 9 April 2022

Asupan Serat Dan Air Sebagai Faktor Risiko Konstipasi Di Kota Banda Aceh. http://ojs.serambimekkah.ac.id/MaKMA/article/view/884. Diakses Pada 9 April 2022

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Konstipasi Pada Lnasia Di Kota Madiun. https://www.e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/4388. Diakses Pada 9 April 2022

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.