Cermati Pemilihan Softlens yang Tepat

Saat ini banyak penderita rabun jauh yang lebih memilih menggunakan softlens daripada kacamata. Apakah kamu salah satunya, Sahabat Sehat? Selain memudahkan kamu dalam beraktivitas, softlens juga bisa membuat penampilan matamu menjadi lebih indah.

Tapi, ngga banyak yang tahu tentang pemilihan dan penggunaan softlens yang tepat padahal hal ini sangat penting untuk kesehatan mata. Nah, kamu ngga perlu khawatir karena pernyataan tersebut akan dibahas selengkapnya di sini. Simak informasinya sampai akhir, ya!

penggunaan soflens dengan tepat
Foto: Pixabay.com

Bagaimana penggunaan softlens yang benar?

Ketahuilah bahwa softlens yang kamu pakai sebaiknya digunakan, dibersihkan, dan disimpan sesuai dengan instruksi optometrist atau dokter mata atau bisa juga dengan petunjuk yang tertera di kemasan softlens. Jika kamu sudah menyesuaikannya, maka risiko menempelnya kuman penyebab infeksi mata di softlens akan berkurang. Selain itu, hindari penggunaan softlens ketika tidur, kecuali jika adanya anjuran dari optometrist atau dokter mata, dan sebaiknya diganti secara berkala.

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum membeli dan menggunakan softlens, kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau optometrist karena softlens yang bagus dan aman sekali pun untuk mata tetap membutuhkan resep dan rekomendasi dari yang ahli. Penggunaan softlens yang sembarangan dapat menyebabkan ragam komplikasi mata, seperti infeksi mata yang berbahaya.

Yuk, pilih softlens yang tepat!

Setelah mengetahui seperti apa penggunaan softlens yang benar, sekarang waktunya Sahabat Sehat memahami apa aja yang perlu diperhatikan dalam memilih softlens. Di bawah ini beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan guna menemukan softlens terbaikmu:

tips emmilih softlens
Foto: Pixabay.com

Ketahui jenis softlens

Kamu sebaiknya memahami betul kebutuhan dalam memilih jenis softlens. Apakah sesuai dengan softlens yang membantu penglihatan atau sekadar untuk keperluan fashion. Apabila kamu mempunyai mata normal, maka sebaiknya ngga menggunakan softlens yang bersifat mengobati karena dikhawatirkan memicu mata menjadi mudah rusak.

Perhatikan durasi pemakaian

Ada softlens yang bisa dipakai dengan durasi pemakaian dua minggu hingga tiga bulan. Softlens ini membutuhkan perawatan khusus, seperti rutin dilepas dan dibersihkan saat malam hari, serta diganti sesuai jadwal pemakaian yang tertera.

Apabila kamu ngga mematuhi aturan atau petunjuk softlens jenis ini, maka benda dan zat asing seperti kotoran dan debu akan mudah sekali diserap oleh softlens. Ngga hanya itu, terdapat pula softlens sekali pakai yang lebih menjamin kesehatan mata jika perawatan dan pemakaiannya dilakukan dengan baik.

Sesuaikan dengan kondisi mata

Memilih softlens atau lensa kontak tentu perlu disesuaikan dengan kondisi mata. Beberapa macam softlens, seperti yang berbahan silicone hydrogel dapat menjadi pilihan. Lensa kontak jenis ini banyak direkomendasikan dan diyakini bisa membantu oksigen melewati kornea sehingga pemakai merasa lebih nyaman. Di samping itu, terdapat pula softlens dengan perlindungan terhadap sinar matahari. Tapi, lagi, sebaiknya pemilihan ini dikonsultasikan kepada yang ahli.

Studi menemukan bahwa masih banyak pengguna softlens yang melewati konsultasi kepada dokter saat pemasangan softlens pertama kali. Semoga dengan informasi ini, Sahabat Sehat jadi lebih cermat dalam menggunakan softlens sehingga kesehatan matamu juga lebih terjaga.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Lattimore, M. R., Harding, T. H., & Williams, S. T. 2018. Hydrogel Contact lens water content is dependent on tearfilm pH. Military medicine183(suppl_1), 224-230.

Ridgmount Practice. 2017. Contact lens safety. https://www.ridgmountpractice.nhs.uk/syndication/live-well/healthy-body/contact-lens-safety. Diakses pada 17 April 2022.

WebMD. 2021. How to Find the Right Contact Lenses. https://www.webmd.com/eye-health/contact-lenses-colored-soft-hard-toric-bifocal. Diakses pada 17 April 2022.

Zhahira, T. N. 2019. Edukasi Risiko Penggunaan Softlens pada Penyakit Keratitis. Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.