Hai Sahabat Sehat, saat ini plastik digunakan untuk banyak hal, mulai dari pembungkus makanan dan minuman, mainan, hingga produk rumah tangga. Tapi tahukah kamu, kalau plastik mengandung BPA yang seringkali dikaitkan dengan obesitas. Langsung aja check this out!
Obesitas dan Penyebabnya

Obesitas berasal bahasa latin ob yang artinya ‘akibat dari’ dan esum yang artinya ‘makan‘ maka obesitas sering dedifiniskan dengan akibat yang tubuk karena pola makan yang tidak sehat. Menurut WHO, obesitas disebut sebagai kondisi yang ditandai dengan terjadinya penumpukan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan obesitas, diantaranya konsumsi makanan junk food, rendahnya aktifitas fisik atau jarang berolahraga, konsumsi lemak berlebih, faktor keturunan atau genetik, serta faktor psikologis yang turut berkontribusi pada gangguan makan serta keseimbangan energi dalam tubuh.
Zat Tambahan pada Plastik
Produksi plastik tentu memerlukan penambahan berbgai zat dalam pembuatannya. Bahan tambahan tersebut sering juga disebut sebagai plasticizers yang berfungsi untuk membentuk karakter pada plastik, seperti bening, kuat, tahan suhu tinggi, dan fleksibel. Sayangnya, ngga semua bahan yang ditambahkan pada proses pembuatan palstik aman jika bersentuhan langsung dengan makanan, seperti polyvinyl chloride (PVC) dan bisphenol-A (BPA). Kedua bahan tersebut mudah mengalami leaching atau terlepas dari plastik, sehingga bisa mengontaminasi makanan dan minuman yang dikemas.

Hubungan Plastik dan Obesitas
Tanpa kamu sadari, penggunaan plastik yang mengandung BPA untuk mengemas makanan atau minuman bisa dikaitkan dengan obesitas, loh! BPA ternyata memiliki pengaruh terhadap gangguan pada endokrin dan metabolik. Salah satu hasil systematic review juga telah membuktikan adanya korelasi antara paparan BPA dengan obesitas. Setiap paparan 1-ng/mL BPA, menyebabkan peningkatan risiko obesitas sebesar 11%. Selain itu penelitian yang dilakukan di Amerika juga menunjukkan adanya pengaruh antara paparan BPA pada kejadian obesitas sentral pada pengguna produk plastik dengan BPA.
Tapi, kamu ngga perlu khawatir karena ngga semua plastik berbahaya. Saat ini penggunaan BPA dalam plastik pengemas makanan dan minuman memang sudah ngga disarankan, mengingat risikonya yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, Sahabat Sehat perlu lebih cermat dalam memilih kemasan plastik. Pastikan plastik tersebut memiliki label BPA-free atau ngga mengandung BPA.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
