Penyakit Lupus: Perang Fisik dan Mental

penyakit lupus sebabkan perubahan fisik dan psikis

Hai Sahabat Sehat! Pernahkah kamu mendengar istilah penyakit lupus? Mungkin sebagian baru thau ada istilah penyakit lupus, atau mungkin pernah dengar istilah penyakit lupus namun masih belum mengenal lebih jauh tentang penyakit ini. Supaya kamu lebih mengenal penyakit lupus, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Penyakit Lupus?

Penyakit lupus pertama kali ditemukan di Amerika sekitar tahun 1948. Berdasarkan data dari Wallace dalam The Lupus Book, sejumlah 80-90% orang Amerika yang mengidap lupus adalah perempuan. Dengan data tersebut, lupus sempat disebut sebagai “penyakit perempuan” saat itu.

Lupus adalah penyakit autoimun multisistem berat yang membuat tubuh membentuk berbagai jenis antibodi termasuk antibodi yang menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh itu sendiri. Mekanisme sistem kekebalan tubuh ngga bisa membedakan antara jaringan tubuh sendiri dan organisme asing, seperti bakteri dan virus kemudian antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri ini diproduksi oleh tubuh dalam jumlah besar.

Penderita lupus atau yang biasa disebut odapus (orang dengan lupus) lebih banyak dialami perempuan, dikarenakan adanya faktor hormonal. Hormon estrogen yang pada perempuan ternyata bersifat mempercepat laju perkembangan penyakit lupus, sedangkan hormon androgen dan hormon testosteron yang terdapat pada laki-laki bersifat menekan laju pertumbuhan penyakit lupus.

Perubahan yang Ditimbulkan

Penyakit lupus banyak sekali menimbulkan dampak perubahan bagi penderitanya, baik itu perubahan fisik maupun perubahan segi psikis. Perubahan fisik yang mungkin terjadi adalah berubahnya kemampuan dan penampilan fisik. Berubahnya kemampuan fisik seperti contoh daya tahan tubuh yang melemah, ngga bisa beraktivitas di luar ruangan secara normal karena perlu menghindari paparan sinar matahari.

mengenal penyakit lupus
Foto: Pexels.com

Berubahnya penampilan fisik seperti contoh penampilan wajah yang membengkak dan ada ruam kemerahan, wajah yang dipenuhi koreng, tubuh menjadi kurus dan terjadinya kerontokan rambut yang ngga wajar. Dengan adanya perubahan kemampuan dan penampilan fisik tersebut, reaksi orang sekitar juga akan berubah, hal inilah yang bisa mempengaruhi psikis dari odapus.

Odapus akan merasa dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya, mungkin juga merasa ngga berharga, merasa rendah diri, malu, ngga diterima oleh lingkungan, dan perasaan negatif lainnya. Dengan begitu, penderita lupus ini akan tersingkir perlahan-lahan dari pergaulan teman sebayanya. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak negatif yang cukup besar bagi perkembangan psikis penderita lupus itu sendiri.

Penerimaan Diri

Odapus memiliki masalah yang sangat kompleks, salah satunya tentang penerimaan diri yang sebenarnya sangat dibutuhkan. Penerimaan diri berarti mengakui kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki supaya bia meningkatkan rasa berharga dan kepercayaan diri semakin meningkat. Dengan begitu, odaous bisa menjalani kehidupannya secara normal.

Apabila odapus telah menerima diri mereka apa adanya, mereka akan lebih memahami diri, lebih stabil secara emosional, merasa aman dan nyaman, serta bisa menjadi support system bagi penderita lupus lainnya.

Sahabat Sehat, semoga informasi ini bisa membuat kamu lebih paham tenga penyakit lupus. Yuk, sebarkan juga informasi ini ke keluarga dan orang terdakat kamu!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Wallace, D.J. 2007. The Lupus Book. Bandung : Mizan Media Utama

Wachyudi, R.G. 2006. Diagnosis dan Penatalaksanaan Lupus Eritematosus Sistemik. Jakarta : Sagung Seto.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.