Waspada Hoax, Berikut Fakta Seputar Cacar Monyet (Monkeypox)

Sahabat Sehat, media sosial saat ini ramai dengan pemberitaan tentang cacar monyet, termasuk beredarnya informasi yang kurang tepat tentang penyakit ini. Lalu sebenarnya seperti apakah sih cacar monyet tersebut dan bagaimana gejalanya? Yuk, mengenal lebih jauh tentang penyakit ini dan semaksimal mungkin mencegah penularannya.

gejala cacar monyet dan cara pencegahannya
Foto: Freepik.cpm

Apa itu cacar monyet (monkeypox)?

Cacar monyet atau dapat disebut pula sebagai mpox merupakan penyakit yang terjadi melalui penularan virus yang teridentifikasi dengan adanya bercak cairan luka. Penyakit ini sebagian besar terjadi di daerah dengan hutan hujan seperti daerah afrika barat dan tengah.

Virus monkeypox sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1958 dan kasus menyebar sekitar tahun 1970 sampai 1986. Diketahui 10 kasus cacar monyet di beberapa negara seperti Afrika Barat (Liberia, Nigeria, Leone, Pantai Gading dan Sierra) serta 394 kasus di negara lembah Kongo, Kamerun, republic demokratik kongo dan Afrika Tengah.

Bagaimana penularannya?

Penyakit cacar monyet merupakan golongan zoonosis, yang berarti penyakit ini disebabkan karena tertular dari binatang. Penularan pada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung cairan tubuh seperti lesi/luka kulit, mukosa cairan hewan yang terinfeksi, makan daging hewan yang terinfeksi, memasak makanan ngga sampai matang, serta darah. Saluran pernapasan juga dapat menjadi media risiko penularan seperti melalui selaput lender, dari hidung, mulut dan mata. Penularan sekunder atau yang disebut monkeypox bawaan juga dapat terjadi melaui plasenta.

gejala cacar monyet
Foto: Freepik.com

Gejala cacar monyet (monkeypox)

Saat seseorang tertular virus cacar monyet maka akan timbul gejala setelah 5 sampai 12 hari setelah terinfeksi. Indikasi yang paling sering terjadi, yaitu timbul demam, menggigil, sakit kepala, letih/lemas, nyeri otot dan adanya pembekakan pada kelenjar getah bening. Gejala akan berkembang setelah 1-3 hari dan mulai muncul gejala lain, seperti adanya benjolan di kulit wajah dan menyebar keanggota fisik lainnya. Timbul rasa gatal dan bintil menyembul dan menyebabkan iritasi, melepuh serta bercak luka terbuka pada kulit dibeberapa bagian tubuh. Ruam akan bertahan sekitar 1 bulan.

Cara pencegahannya

Karena cacar monyet tergolong sebagai penyakit menular tentu kamu memerlukan upaya dalam memutus rantai penularannya seperti, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maaupun setelah makan, menghindari kontak langsung dengan hewan liar, tikus, primata, dan menghindari konsumsi daging hewan setengah mentah serta liar, mengindari kontak dengan orang yang terinfeksi, antisipasi jika akan berkunjung pada daerah endemik, menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung) saat menangani binatang sakit dan pasien.

Meningkatkan imunitas tubuh juga perlu kamu lakukan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat, kaya gizi dan bersih merupakan cara praktis untuk membentengi diri dari berbagai risiko serangan atau infeksi virus. Semoga sehat selalu, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Husna dan Imam. 2020. Informasi Tentang Penyakit Infeksi Cacar Monyet (Monkeypox) Yang Menyerang Manusia. http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/view/25532. Diakses Pada Tanggal 24 Mei 2022.

Qelina dan Risti. 2019. Human Monkeypox Virus : Respon Kesiapan Darurat Dunia. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/view/2553. Diakses Pada Tanggal 24 Mei 2022.

Sarumaha, Hendy dan Fransin. 2019. Sistem Pakar Dalam Mendiagnosis Penyakit Monkey Pox Menerapkan Metode Certeinty Factor (CF). http://seminar-id.com/prosiding/index.php/sensasi/article/view/348. Diakses Pada Tanggal 24 Mei 2022.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.