Hai, Sahabat Sehat! Saat membeli produk makanan, kamu memperhatikan label di kemasannya ngga? Kalo iya, mungkin kamu akan mempertimbangkan kembali ketika ingin membeli jus buah, namun komposisi yang pertama tertulis adalah air. Tahukah kamu arti informasi yang tercantum di produk makanan ini? Kalo belum tahu yuk, cari lebih lanjut mengenai maknanya!

Label Produk yang “Berwarna”
Bagi kamu yang belum tahu, label pada kemasan produk itu mencantumkan beberapa keterangan. Mulai dari isi, jenis, jumlah bahan yang digunakan, tanggal kedaluwarsa, kehalalan produk, dan kandungan zat gizi. Pencantuman label itu harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ngga bisa hanya asal loh! Contohnya, perlu menggunakan Bahasa Indonesia bila akan dipasarkan di Indonesia, memakai label yang kuat ngga mudah lepas, luntur, atau rusak, juga diletakkan dibagian yang mudah dilihat dan dibaca calon konsumen.
Kalau diperhatikan, ada beberapa produk yang telah mencantumkan kandungan zat gizinya dengan warna tertentu. Selain itu penempatan posisinya pun dibagian depan kemasan. Tujuannya ngga lain adalah untuk mempermudah konsumen menerima pesan tersebut. Biasanya pesan yang tertera berupa komposisi zat gizi yang dinyatakan dalam jumlah dan sebagai persen Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan (AKG) untuk tiap takaran saji. Membaca label pada makanan yang dikemas sebelum memutuskan untuk membelinya merupakan salah satu dari 13 Pesan Umum Gizi Seimbang loh!

Penulisan “Komposisi” Produk Makanan
Penulisan komposisi yang ngga sesuai atau kurang lengkap bisa mengakibatkan kerugian pada konsumen yang ingin mengonsusmi makanan tersebut. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki tingkat sensitifitas yang berbeda terhadap suatu bahan pangan tertentu.
Tahukah kamu penulisan ingredien suatu produk itu juga ngga sembarangan, loh! Urutan bahan yang ditulis itu ada artinya, urutan penulisannya sesuai dengan banyaknya bahan tersebut digunakan dalam produk. Misalnya, pada produk jus jambu komposisi yang tertulis adalah “ekstrak buah jambu, air, gula, …”. Nah, berarti bahan yang paling banyak digunakan pada produk jus tersebut adalah ekstrak buah jambu.
Label Kandungan Zat Gizi
Sahabat Sehat udah tahu kan gimana caranya membaca kandungan gizi di kemasan produk makanan? Ini pelu diperhatikan loh, karena kandungan yang tercantum tersebut ngga selalu kandungan dari satu kemasan produk itu. Bisa jadi, kandungan gizi yang tercantum disana untuk ½ sajian dari produk makanan yang kamu konsumsi. Jadi, apabila yang tertera kalori 100 kkal, tapi jumlah sajiannya adalah 2. Maka, dalam 1 kemasan tersebut sebenarnya mengandung kalori 200 kkal.
Nah, gimana Sahabat Sehat? Semoga informasinya dapat menjelaskan ya. Keamanan produk makanan yang dikonsumsi konsumen sangatlah penting untuk diketahui nilai gizinya, komposisi ataupun bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan tersebut. Konsumen terkadang hanya mementingkan terpenuhinya rasa ingin tahu dan sekadar mengikuti tren untuk mencoba makanan itu.
Yuk, jadi konsumen cerdas dengan lebih perhatian mengenai produk makanan yang kamu beli. Kan, label ada untuk melindungi kamu, so, perhatikan kemasannya baik-baik ya! Keep healthy and happy!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
