Halo Sahabat Sehat! Arthritis adalah kondisi yang menggambarkan terjadinya inflamasi atau peradangan di dalam dan sekitar persendian. Sendi merupakan titik dimana dua atau lebih tulang bergabung, contohnya pinggul atau lutut. Gejalanya bervariasi, tergantung pada jenis radang sendi.
Misalnya, keluhan yang muncul adalah bengkak, kekakuan, nyeri hingga sulit untuk digerakkan. Anak-anak maupun orang dewasa bisa mengalami gangguan sendi ini. Meski demikian, radang sendi lebih sering dijumpai pada kelompok lanjut usia (lansia) yang berusia di atas 65 tahun.

Keberhasilan strategi pengatasan maupun manajemen terapi pada radang sendi sangat bergantung oleh jenis radang sendi itu sendiri. Oleh karenanya, yuk berkenalan dengan penyakit radang sendi yang terbagi ke dalam beberapa jenis.
Osteoarthritis
Osteoarthritis (OA) merupakan bentuk paling umum dari arthritis. Tulang rawan sendi antar tulang mulai rusak dan berubah. Beberapa kasus melaporkan bahwa OA menyebabkan penurunan fungsi dan kecacatan hingga ketidakmampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.
Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun disertai peradangan. RA menyerang persendian, terutama bagian tangan, pergelangan tangan, dan lutut. Kerusakan sendi terjadi akibat peradangan pada area lapisan sendi yang menimbulkan rasa sakit berkepanjangan, ketidakseimbangan dan kelainan bentuk sendi. RA juga bisa mempengaruhi jaringan tubuh lainnya, yakni paru-paru, mata, dan jantung.
Childhood arthritis
Selanjutnya ada childhood arthritis atau radang sendi pada anak. Juvenile idiophatic arthritis (JIA) yang dikenal juga sebagai RA remaja menjadi salah satu dari childhood arthritis yang paling umum ditemui. Arthritis pada anak menyebabkan kerusakan fisik permanen pada persendian, sehingga membuat anak-anak sulit beraktivitas.

Fibromyalgia
Fibromyalgia yaitu kondisi rasa sakit yang dirasakan meluas di seluruh tubuh, gangguan tidur, kelelahan, dan seringkali menghadapi tekanan mental dan emosional. Penyandang penyakit lebih sensitif terhadap rasa sakit daripada seseorang tanpa fibromyalgia.
Asam urat
Gout atau asam urat yang umum dijumpai pada radang sendi. Kondisi ini biasanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, yakni sendi jempol kaki. Gejalanya bisa memburuk (flare) maupun ngga ada gejala sama sekali (remisi). Serangan asam urat berulang bisa menyebabkan gout arthritis, bentuk radang sendi yang mengalami perburukan.
Lupus
Terakhir, ada lupus yang termasuk dalam penyakit autoimun kronis dan berpotensi merusak bagian tubuh manapun. Lupus mempengaruhi sendi dan jaringan ikat dalam tubuh. Prevalensi penyakit ini lebih sering menyerang perempuan usia subur (15-44 tahun). Gejala lupus pada setiap orang berbeda, ada yang mengalami pembengkakan, demam, hingga masalah pada ginjal.
Sahabat Sehat, penyakit ini sangat bisa dideteksi sejak dini melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Megetahui jenis radang sendi yang dialami akan membantu memudahkan dan memaksimalkan manajemen pengobatan yang diberikan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
