Manfaat konsumsi cokelat sepertinya tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Berdasarkan hasil penelitian, cokelat diyakini dapat memperbaiki mood bagi yang mengonsumsinya. Oleh sebab itu, cokelat menjadi salah satu produk pangan yang banyak digandrungi oleh masyarakat baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Selain memberikan manfaat positif untuk kondisi psikologis tubuh, ternyata cokelat juga dapat mencegah munculnya risiko penyakit tidak menular loh! Tertarik untuk mengetahui manfaatnya? Cek tulisan berikut yuk!

Cokelat dan Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan gangguan kesehatan yang timbul bukan dari proses pemindahan penyebab penyakit dari orang lain. Namun, PTM menjadi penyebab kematian paling banyak bagi masyarakat di dunia. Beberapa jenis PTM diantaranya yaitu penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, gangguan kesehatan paru, liver, dan ginjal, stroke, hingga kanker. Beberapa jenis PTM dikatakan sebagai silent killler atau memiliki risiko kematian mendadak.
PTM dapat dicegah dengan konsumsi bahan pangan sumber senyawa bioaktif, salah satunya cokelat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dapat menurunkan risiko PTM seperti pencegahan diabetes, perbaikan profil lipid, pencegahan kanker dan lain sebagainya. Pastinya tidak sembarang cokelat dapat memberikan fungsi demikian ya, Sahabat Sehat! Hasil penelitian menunjukkan bahwa cokelat hitam dengan kadar gula yang rendah merupakan salah satu parameter cokelat yang baik bagi kesehatan kamu!
Antioksidan pada Cokelat
Cokelat dikenal dengan kandungan senyawa antioksidan yang tinggi. Kelompok polifenol dan flavonoid menjadi senyawa yang dominan dalam cokelat. Saat flavonoid bereaksi dengan protein dalam air liur, akan memberikan reaksi rasa pahit di dalam mulut sebagai ciri khas cokelat. Kandungan flavonoid pada cokelat berbeda pada setiap produknya. Bubuk dark chocolate memiliki kandungan flavonoid 5 kali lebih besar dibandingkan dengan milk chocolate. Proses produksi cokelat juga dapat meningkatkan konsentrasi total polifenolnya. Biji cokelat sebelum dan sesudah roasting, memiliki kandungan total polifenol yang lebih rendah dibandingkan dengan produk cokelat.

Antioksidan pada cokelat terbukti dapat mencegah penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan jantung, sebagai anti inflamasi, anti tumor, anti obesitas, anti diabetes dan menjaga kesehatan syaraf. Peran antioksidan cokelat dalam menjaga kesehatan jantung sangat luas. Konsumsi cokelat yang mengandung antioksidan tinggi dapat mencegah munculnya plak pada pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko penyumbatan pembuluh darah, dan memperlancar aliran darah, sehingga mencegah munculnya hipertensi.
Manfaat Kesehatan Lemak Cokelat
Selain antioksidan, cokelat juga dikenal sebagai produk pangan yang kaya akan lemak. Lemak cokelat biasanya tergolong ke dalam cocoa butter. Cokelat mengandung asam oleat yang merupakan asam lemak tidak jenuh rantai pendek yang dapat memperbaiki profil lipid di dalam tubuh. Perbaikan profil lipid meliputi peningkatan konsentrasi HDL, menurunkan LDL dan total kolesterol.
Theobromin dan kafein
Theobromine dan kefein menjadi komponen kimia khas cokelat yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh. Keberadaan theobromine dan kafein dapat berfungsi sebagai diuretic, dan memperbaiki sistem syaraf. Nah, fungsi inilah yang biasa disukai oleh Sahabat Sehat karena konsumsi cokelat dapat membantu merilekskan syaraf di dalam tubuh.
Menyenangkan ya, konsumsi cokelat bisa bikin tubuh sehat loh Sahabat Sehat! Asalkan kamu bisa memilih produk cokelat yang tepat yang mengandung banyak kandungan bermanfaat untuk tubuh.
