Sahabat Sehat, osteoarthritis mungkin bukan istilah yang familiar bagi banyak orang. Namun, menurut penelitian 1 dari 7 orang di Amerika Serikat dan jutaan orang di dunia menderitanya.
Selain obat pereda nyeri, diet yang tepat dianggap sebagai solusi mereduksi inflamasi dan nyeri sendi. Lalu, diet apa yang cocok bagi penderita osteoarthritis?

Osteoarthritis dan Gejalanya
Osteoarthritis adalah jenis arthritis yang paling banyak diderita dan mempengaruhi kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan pelindung yang menjadi bantalan ujung tulang aus.
Meskipun dapat menyerang semua jenis sendi, gangguan ini seringkali menyerang sendi di tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang. Gejala osteoarthritis seperti nyeri sendi, kaku saat bangun tidur, fleksibilitas pergerakan sendi berkurang, dan inflamasi jaringan halus di sendi. Gejala tersebut akan berkembang secara perlahan dan makin parah seiring waktu. Kondisi ini menyebabkan penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Diet Sehat bagi Penderita Osteoarthritis
Beberapa makanan memiliki kemampuan anti-inflamasi yang membantu mengurangi gejala osteoarthritis. Diet sehat dan tepat membantu meningkatkan kondisi osteoarthritis karena beberapa hal sebagai berikut:
Mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan
Beberapa makanan diketahui mampu mengurangi peradangan dalam tubuh, dan mengikuti diet anti-inflamasi dapat meningkatkan kondisi penderita. Makanan kaya antioksidan, vitamin A, C, dan E, dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi.
Menurunkan kolesterol
Penderita osteoarthritis cenderung memiliki kolesterol darah yang tinggi. Menerapkan diet sehat dan seimbang akan membantu menurunkan level kolesterol ke normal sehingga membuat kondisi penderita menjadi lebih baik.
Menjaga berat badan normal
Overweight memberikan tekanan ekstra pada persendian, dan simpanan lemak berlebih memperparah peradangan. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat mengurangi gejala osteoarthritis.

Benarkah Diet Mediterania Baik untuk Osteoarthritis?
Diet mediterania menekankan untuk konsumsi buah-buahan dan sayuran yang ditanam secara lokal, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, biji-bijian dan beberapa ikan, dan yogurt. Begitulah cara orang-orang di Yunani dan Italia selatan makan selama berabad-abad. Diet mediterania dapat menjadi alternatif untuk mereduksi gejala orteoarthritis.
Studi menunjukkan bahwa makan makanan Mediterania dapat mengurangi peradangan pada orang dengan osteoartritis (OA) dan melindungi dari penambahan berat badan, risiko patah tulang, dan kecacatan. Diet mediterania kaya akan beta karoten dan makanan yang mengandung zat anti-inflamasi, serta membatasi konsumsi daging merah. Pembatasan daging akan menekan risiko peradangan lebih parah.
Delapan bahan makanan yang menjadi penyusun diet mediterani adalah ikan (omega-3), minyak nabati (lemak baik), produk olahan susu (kalsium dan vitamin D), sayuran hijau (vitamin D, zat fitokimia dan antioksidan), brokoli (sulforapan, vitamin K dan C), teh hijau (polifenol), bawang putih (dialil sulfid), kacang-kacangan (kalsium, magnesium, zink, vitamin E, dan serat).
Mengubah diet dan pola makan bukanlah pekerjaan mudah, tetapi jika berniat memulai diet mediterania, beberapa perubahan sederhana yang bisa dilakukan di antaranya dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum sebagai pengganti tepung terigu; menambah porsi makanan berserat tinggi; meningkatkan konsumsi omega-3, bisa didapat dari ikan, chia seed, walnut; serta menggunakan minyak dari biji-bijian atau minyak sayur, seperti minyak zaitun.
Sahabat Sehat, itulah seputar osteoarthritis dan diet mediterania. Bila kamu menderita osteoarthritis atau sering merasakan nyeri, kamu bisa mencoba diet mediterania sebagai solusi untuk meringankan gejala yang dirasakan.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
