Kacang kedelai, kacang hijau, kacang tanah mungkin udah familiar bagi Sahabat Sehat. Gimana dengan kacang gude, kamu pernah ngga mengonsumsi jenis legum ini? Masyarakat memanfaatkan kacang gude (Cajanus cajan) sebagai sayur, sehingga tak jarang orang kurang tertarik untuk mencobanya. Padahal kacang ini ngga kalah dengan kacang lainnya loh! Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang “Si Hitam” ini!

Kacang gude
Beberapa tumbuhan kacang-kacangan ada yang kurang dikenal masyarakat. Bahkan keberadaannya sudah semakin berkurang. Ya, contohnya kacang gude ini. Di Indonesia, kacang gude mempunyai banyak nama mulai dari kacang hiris (Sunda), kacang bali, ritiklias (Sumatera), kacang gude, gude, kacang kayu (Jawa), kance (Bugis), kacang kaju (Madura), kekace, undis (Bali), lebui, legui, kacang iris, kacang turis, puwe jai (Halmahera), sampai fou hate (Ternate, Tidore).
Kandungan gizi
Sebagai kelompok kacang-kacangan, kadar protein yang terkandung dalam kacang gude ini sebesar 20-22%. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia, per 100 gram kacang gude (kering) mengandung 316 kkal energi, 20.7 gram protein, 1 gram lemak, 58 gram karbohidrat, dan 4.6 gram serat. Sedangkan, dalam kondisi segar per 100 gramnya terkandung energi sebesar 114 kkal, protein 7 gram, lemak 0.6 gram, karbohidrat 20.8 gram, serta serat 4.4 gram.
Apabila kacang gude direbus kandungan gizinya sedikit meningkat daripada kondisi segar. Per 100 gram, terkandung energi sebesar 147 kkal, protein 9 gram, lemak 0.5 gram, karbohidrat 27.5 gram, serta serat 3.4 gram. Dibandingkan dengan kacang kedelai, kacang gude lebih rendah lemak. Kandungan karbohidrat dan beberapa zat gizi mikronya pun hampir sama dengan kacang hijau, loh!
Pemanfaatan
Polongnya tentu dapat dijadikan bahan makanan. Polong muda dapat langsung digoreng, sedangkan polong tua dapat dipanggang atau dibuat tempe. Selain itu, polongnya juga dapat digunakan sebagai obat memar. Bahkan beberapa bagian lainnya seperti daun dan akarnya digunakan sebagai obat penyakit kuning, cacingan, dan batuk.
Tanaman gude juga dimanfaatkan sebagai penguat teras yang mengurangi tingkat erosi tanah. Daunnya yang gugur pun bermanfaat sebagai bahan organik dan tambahan nitrogen dalam tanah. Banyak banget kan manfaatnya!

Memasak Sayur Gude
Nah, bagi yang penasaran bagaimana rasa dari olahan sayur gude. Berikut ini bahan dan langkah yang bisa kamu ikuti. Bahan yang diperlukan tentunya kacang gude, kelapa muda parut, dan sedikit santan. Bumbu yang digunakan ada cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, dan lengkuas. Tak ketinggalan juga, beberapa aromatik mulai dari daun salam, daun jeruk, hingga serai.
Okay, setelah bahan-bahan sudah siap berikut step by step cara pembuatannya. Pertama, kacang gude dicuci lalu direbus selama 5 menit, diamkan 30 menit, dan rebus lagi selama 7 menit supaya lunak. Kamu bisa juga menggunakan panci presto pada proses ini. Kedua, haluskan dan tumis bumbu halus dengan sedikit minyak kemudian tambahkan aromatik lalu tumis hingga harum.
Tahap ketiga, masukan kacang gude rebus ke dalam bumbu, tambahkan sedikit air, gula merah dan garam. Selanjutnya, tambahkan kelapa parut, aduk sampai merata lalu masukkan santan kental. Masaklah sampai matang dan sayur gude pun siap dihidangkan.
Selamat mencoba Sahabat Sehat. Kamu juga bisa loh, mengkreasikan kacang gude menjadi olahan lain, supaya kacang ini ngga kalah eksis sama kacang yang lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat. Keep healthy and happy!
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
