Sahabat Sehat, leishmaniasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasite akibat dari gigitan lalat pasir. Penyakit ini termasuk ke dalam neglected tropical diseases. Apa itu? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Neglected Tropical Diseases
Neglected Tropical Diseases (NTD) atau penyakit tropis yang sering diabaikan merupakan sekumpulan penyakit yang biasanya dialami oleh masyarakat dengan ekonomi lemah atau memiliki tingkat kemiskinan tinggi, terutama di daerah tropis dan subtrofis. WHO telah mengelompokkan NTD menjadi 17 penyakit yang secara garis besar disebabkan oleh cacing, protozoa, bakteri dan virus. Salah satunya adalah leishmaniasis.

Apa itu leishmaniasis?
Leishmaniasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraselular dari genus Leishmania. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan lalat pasir betina terinfeksi yang memakan darah untuk menghasilkan telur. Sekitar 70 spesies hewan dapat menjadi sumber parasit Leishmaniat, termasuk manusia. Penyakit ini telah memakan korban sebanyak 50 ribu jiwa per tahun, dan menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di negara tropis setelah malaria. Bahayanya lagi, penyakit ini cukup sulit disembuhkan karena belum tersedianya vaksin.
3 Bentuk leishmaniasis dan gejalanya
Visceral Leishmaniasis (VL)
Kondisi ini juga dikenal sebagai kala-azar yang dapat menimbulkan pembengkakan organ dalam (hati dan limfa), anemia, demam yang tidak teratur, dan penurunan berat badan . Terjadi lebih dari 95% kasus, akan berakibat fatal jika tidak diobati. Kasus sebagian besar terjadi di negara Afrika Timur, India dan Brasil. Dari 50 ribu hingga 90 ribu kasus VL di seluruh dunia, hanya sekitar 25-45% kasus yang dilaporkan ke WHO.

Cutaneous Leishmaniasis (CL)
Kondisi ini merupakan jenis leishmaniasis yang paling umum terjadi di dunia. Biasanya akan menyebabakan lesi kulit, terutama borok pada bagian tubuh yang terbuka dan akan meninggalkan bekas. Sekitar 95% kasus CL terjadi di Ameika, Timur Tengah, Asia Tenggara dan cekungan Mediterania. Diperkirakan 600.000 sampai 1 juta kasus terjadi seluruh dunia di setiap tahunnya, kasus yang dilaporkan ke WHO sekitar 200.000 kasus.
Leishmaniasis Mukokutan
Kondisi ini dapat menyebabkan selaput lendir pada hidung, mulut dan tenggorokan mengalami kerusakan sebgaian atau total. Selain itu gejala yang mungkin dialami berupa adanya luka di mulut, hidung atau bibir. Luka ini akan muncul sekitar 1 hingga 5 tahun setelah terjadi cutaneous leishmaniasis, disertai gejala sulit bernapas, mimisan dan hidung berair atau tersumbat. Lebih dari 90% kasus terjadi di Peru, Brasil, Etiopia dan Bolivia.
Sahabat Sehat, sekarang kamu sudah lebih mengenal leishmaniasis kan? Walaupun penyakit ini banyak terjadi luar di Indonesia, kamu tetap perlu waspada dan melakukan upaya pencegahan. Bisa dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi habitat lalat pasir yang membawa penyakit ini.
Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP
